Tahun 2022 menjadi salah satu titik perubahan dalam perjalanan Cahaya Kilauan Film. Johan Sadeli Van Halen selaku pendiri pertama memutuskan tidak lagi aktif di dunia hiburan.
Meski demikian, perjalanan rumah produksi tersebut tidak berhenti. Setahun kemudian, Cahaya Kilauan Film memasuki fase baru dengan kepemimpinan dan arah produksi yang berbeda.
Pada 2023, Cahaya Kilauan Film berpindah tangan dan mulai memasuki era baru di bawah pengelolaan Rafi Rifaldi.
Perubahan teknologi serta kebiasaan masyarakat dalam menikmati konten audiovisual turut mendorong Cahaya Kilauan Film memperluas fokusnya. Jika sebelumnya banyak bergerak melalui produksi televisi, rumah produksi tersebut kemudian mulai mengembangkan produksi film untuk era digital.
Delapan Karya Film di Era Baru
Di bawah pengelolaan Rafi Rifaldi, Cahaya Kilauan Film menyebut telah menghasilkan delapan karya film, baik melalui produksi, kolaborasi dengan rumah produksi lain maupun produksi secara mandiri.
Tiga karya yang menjadi bagian dari perkembangan awal pada era tersebut adalah Love Is Blind, Abhipraya, dan Bullying.
Cahaya Kilauan Film juga membuka ruang kolaborasi dengan rumah produksi lain, salah satunya Diamond Cinema Abadi. Dari kolaborasi tersebut lahir tiga judul, yakni Waktu Yang Tak Terhenti, Jodohku Bu Dosen, dan Sabiya.