Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Polres Serang Tegaskan Polri Hadir untuk Masyarakat
Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelayanan Polri yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki peran penting dalam membuka akses antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas sehari-hari, meningkatkan aksesibilitas serta memperlancar mobilitas warga,” ujar AKBP Andri Kurniawan.
Kapolres menilai, tersedianya akses penghubung yang lebih baik dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kegiatan sosial. Karena itu, pembangunan jembatan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan aktivitas dan kesejahteraan warga.
Secara nasional, Polri telah membangun sebanyak 895 unit jembatan melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, 17 jembatan masih dalam tahap pengerjaan, sedangkan empat jembatan lainnya masih berada dalam tahap perencanaan.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung pembangunan dan membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses penghubung untuk menunjang mobilitas warga.
Kapolres Serang juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah desa agar turut memiliki kepedulian terhadap keberadaan jembatan yang telah dibangun. Perawatan dan pemanfaatan secara bertanggung jawab dinilai penting agar infrastruktur tersebut dapat bertahan dan terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Polri tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya. Dengan demikian, manfaat jembatan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” kata Andri.