Selasa, 29 September 2026

Bukan Cuma Angkat Senjata, Danpusterad Ungkap Wujud Bela Negara di Era Digital

BAGIKAN:
Bukan Cuma Angkat Senjata, Danpusterad Ungkap Wujud Bela Neg...
0
Bukan Cuma Angkat Senjata, Danpusterad Ungkap Wujud Bela Negara di Era Digital

“Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi hak dan kewajiban seluruh warga negara,” tegas Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno.

Ia menjelaskan, keberagaman Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, bahasa, agama dan kebudayaan sebenarnya merupakan kekuatan besar. Namun, kekuatan tersebut harus dirawat melalui sikap toleransi, nasionalisme dan semangat persatuan.

Di era digital, bentuk bela negara juga mengalami perkembangan. Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak cukup hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi harus mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.

Etika ketika menggunakan media sosial, tidak menyebarkan informasi palsu, menghormati perbedaan pendapat, menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi merupakan bagian dari sikap bela negara yang dapat dilakukan siapa saja.

“Bela negara harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui integritas, etika digital, kreativitas, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kebanggaan terhadap identitas bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, bagi TNI Angkatan Darat, penguatan nilai-nilai tersebut dilakukan antara lain melalui Pembinaan Teritorial serta upaya mempererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Dalam kesempatan itu, Danpusterad juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda. Di antaranya pemahaman nasionalisme yang masih sebatas simbol, kesadaran bela negara yang belum merata, meningkatnya individualisme, berkurangnya literasi sejarah serta masuknya berbagai pengaruh ideologi transnasional melalui ruang digital.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau institusi pendidikan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen bangsa.

Guru MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ikuti Sulingjar 2026, Momentum Memotret Kualitas Pembelajaran dan Iklim Madrasah
Artikel Selanjutnya

Guru MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ikuti Sulingjar 2026, Momentum Memotret Kualitas Pembelajaran dan Iklim Madrasah

Diterbitkan: 14 Agustus 2026, 16:52 WIB · Diperbarui: 14 Agustus 2026, 16:52 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tingkatkan Literasi, Warga Binaan Lapas Bandanaira Belajar Baca Tulis

Konten dari Pengguna Siaran Pers Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Sukses Digelar, IYF JSIT Banten 2026 Libatkan 2.918 Pelajar se-Banten

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 15:40 WIB

MIS Ar-Raudhotun Nur Buka Kelas Tambahan Matematika, Tumbuhkan Semangat Belajar di Luar Jam Pelajaran

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 17 September 2026 | 10:40 WIB

Dari Lahan Kosong Menjadi Ruang Belajar, Siswa Kelas 1 MIS Ar-Raudhotun Nur Belajar Merawat Kehidupan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 17 September 2026 | 10:19 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Lapas Bandanaira dan Peserta Magang Edukasi Warga Binaan tentang Pengendalian Hama Tanaman

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:02 WIB

ASTS Gasal MIS Ar-Raudhotun Nur Jadi Momentum Evaluasi Pembelajaran di Pertengahan Semester

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

Yayasan Ar-Raudhotun Nur Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan dan Perlindungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 14 September 2026 | 23:48 WIB