Selasa, 22 September 2026

Harga Beras Fortifikasi Disorot, Pemerintah Telusuri Dugaan Permainan Label dan Mutu

BAGIKAN:
Harga Beras Fortifikasi Disorot, Pemerintah Telusuri Dugaan...
0
Harga Beras Fortifikasi Disorot, Pemerintah Telusuri Dugaan Permainan Label dan Mutu

NASIONAL - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyelidiki penyebab harga beras fortifikasi yang dijual jauh lebih mahal dibandingkan beras medium maupun premium di pasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh praktik penetapan harga yang tidak sebanding dengan kualitas maupun manfaat gizi yang ditawarkan.

Penyelidikan ini dilakukan menyusul munculnya berbagai temuan mengenai beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga tinggi, bahkan mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram. Pemerintah menegaskan bahwa penambahan vitamin dan mineral pada beras tidak boleh dijadikan alasan untuk menaikkan harga secara berlebihan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol. Hermawan, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap produk-produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran. Pemeriksaan tersebut tidak hanya menyasar kandungan vitamin dan mineral, tetapi juga mutu fisik beras, berat bersih, legalitas produk, proses produksi, hingga kebenaran informasi yang dicantumkan pada label kemasan.

Menurutnya, setiap produk yang dijual dengan harga lebih tinggi harus mampu membuktikan bahwa nilai tambah yang diberikan memang sesuai dengan harga yang dibayarkan konsumen. Oleh karena itu, pemerintah akan membandingkan harga beras fortifikasi dengan harga beras medium dan premium untuk mengetahui apakah selisih harga tersebut masih berada dalam batas kewajaran.

Bapanas juga akan menelusuri komponen pembentuk harga, mulai dari biaya bahan baku, penggunaan kernel fortifikan, proses pencampuran vitamin dan mineral, pengujian laboratorium, sertifikasi, pengemasan, distribusi, hingga margin keuntungan yang diambil pelaku usaha. Produsen diminta menjelaskan secara transparan besaran biaya tambahan akibat proses fortifikasi sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai alasan harga produk tersebut lebih tinggi.

Selain aspek harga, pemerintah akan melakukan pengujian laboratorium terhadap kandungan vitamin dan mineral yang diklaim produsen. Hasil pengujian akan dibandingkan dengan informasi pada label kemasan guna memastikan seluruh klaim tersebut benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Tak hanya kandungan gizi, mutu dasar beras juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan meliputi kadar air, derajat sosoh, persentase butir patah, menir, butir rusak, butir mengapur, keberadaan benda asing, hama, warna, aroma, hingga parameter mutu lainnya sesuai standar nasional. Langkah ini dilakukan agar tambahan vitamin dan mineral tidak dijadikan cara untuk menutupi kualitas beras yang sebenarnya rendah.

Pemerintah juga akan memeriksa kesesuaian berat bersih produk dengan informasi yang tertera pada kemasan. Selain itu, seluruh informasi pada label, mulai dari nama produk, komposisi, kandungan gizi, kelas mutu, identitas produsen, izin edar, hingga berbagai klaim promosi akan diverifikasi. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah dapat meminta pelaku usaha memperbaiki label, menghentikan sementara peredaran produk, bahkan menariknya dari pasar sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan.

Tangsel Darurat Narkoba? Saat Penjaga Justru Tersandung Dugaan Kasus
Artikel Selanjutnya

Tangsel Darurat Narkoba? Saat Penjaga Justru Tersandung Dugaan Kasus

Diterbitkan: 7 Agustus 2026, 02:53 WIB · Diperbarui: 7 Agustus 2026, 02:53 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Koruptor Dipenjara, Aset Jangan Ikut Aman

Konten Redaksi Minggu, 20 September 2026 | 12:21 WIB

Tak Perlu ke Surabaya, Sejarah TNI AL Bisa Diakses Lewat Muspuspal Digital

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 19:55 WIB

Dari Stik Es Krim Jadi Karya, Lapas Bandanaira Dorong Warga Binaan Lebih Produktif

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 19 September 2026 | 16:16 WIB

Balai Silat PTBI Diresmikan, Kapolri Dorong Budaya Banten Mendunia

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 13:55 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Gelar Sholat Istisqa Bersama Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 18 September 2026 | 19:19 WIB

Pusterad Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Pengabdian

Konten Redaksi Jumat, 18 September 2026 | 16:57 WIB

Lapas Bandanaira Gelar Salat Istisqa, Warga Binaan Diajak Perbanyak Istighfar dan Doa

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 18 September 2026 | 09:39 WIB

Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Bandanaira Koordinasi dengan KUA Banda

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 11:18 WIB

Produktif dan Berkelanjutan, Lapas Bandanaira Kembali Panen Sayuran Hidroponik

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 11:07 WIB

Perkuat Pengamanan Hari Libur, Polsek Cipocok Jaya Laksanakan Patroli Sambang ke Lapas Serang

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 09:20 WIB

APROPI Dorong Pestisida Bermutu untuk Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Konten Redaksi Rabu, 16 September 2026 | 18:30 WIB