Selasa, 4 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Bak Legenda Sangkuriang, 42 Jembatan Gantung di Lebak Rampung Hanya dalam 3 Bulan

BAGIKAN:
Bak Legenda Sangkuriang, 42 Jembatan Gantung di Lebak Rampun...
0
Bak Legenda Sangkuriang, 42 Jembatan Gantung di Lebak Rampung Hanya dalam 3 Bulan
Iklan

LEBAK – Program Jembatan Merah Putih Presisi yang digagas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan pembangunan infrastruktur secara cepat dan tepat sasaran. Layaknya kisah legenda Sangkuriang yang mampu menyelesaikan pekerjaan besar dalam waktu singkat, pembangunan puluhan jembatan gantung di Kabupaten Lebak berhasil dituntaskan hanya dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

Program nasional tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang aman, layak, dan dapat menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi warga.

Secara nasional, Polri membangun dan merehabilitasi ribuan jembatan melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi. Di Provinsi Banten, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi sebanyak 145 jembatan yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Khusus di Kabupaten Lebak, sebanyak 42 jembatan gantung berhasil dibangun melalui kolaborasi antara Polda Banten dengan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Mabes Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin. Puluhan jembatan tersebut tersebar di 42 desa yang berada di 17 kecamatan.

Dalam pelaksanaannya, Wakabareskrim Mabes Polri menggandeng DPD APDESI Merah Putih Provinsi Banten sebagai mitra strategis untuk mempercepat realisasi pembangunan di lapangan. Sinergi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, aparat kepolisian hingga masyarakat setempat.

Ketua Karetaker DPD APDESI Merah Putih Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Wakabareskrim Mabes Polri, serta jajaran Polda Banten atas lahirnya program yang dinilai sangat membantu masyarakat desa, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses transportasi.

Menurut Rafik, Program Jembatan Merah Putih Presisi hadir sebagai solusi nyata di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah desa dalam membangun infrastruktur. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi di pedesaan.

"Selain memberikan manfaat berupa akses jembatan yang lebih layak bagi masyarakat desa, Program Jembatan Merah Putih Presisi juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan," ujar Rafik kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Iklan
AMBAS Desak Satpol PP Tutup Batching Plant di Sawah Produktif Malingping
Artikel Selanjutnya

AMBAS Desak Satpol PP Tutup Batching Plant di Sawah Produktif Malingping

Iklan
Iklan
Penulis: Yustinus Agus
Diterbitkan: 4 Agustus 2026, 10:10 WIB · Diperbarui: 4 Agustus 2026, 10:10 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini