Ikuti Kami
Rabu, 19 Agustus 2026 Versi Web

Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

Kontributor: NUSA PENA
Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Pemahaman tentang perlindungan anak juga masih perlu diperkuat. Sebagian orang masih menganggap bentakan, cubitan, ancaman, atau menyeret anak sebagai cara mendisiplinkan. Pandangan seperti ini sangat keliru. Tindakan tersebut merupakan kekerasan yang dapat meninggalkan luka psikologis jangka panjang. Anak mungkin diam hari ini, tetapi trauma dapat muncul bertahun-tahun kemudian dalam bentuk kecemasan, ketakutan, sulit percaya kepada orang lain, atau gangguan perilaku.

Keberanian orang tua yang melapor patut diapresiasi. Banyak kasus kekerasan terhadap anak selama ini tertutup karena korban tidak bisa bicara dan keluarga takut dipersulit. Saat ada keberanian menyampaikan laporan, masyarakat memiliki kesempatan mendorong perubahan yang lebih besar agar anak-anak lain tidak mengalami nasib serupa.

Penegakan hukum harus berjalan tegas, transparan, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Jika terbukti terjadi kekerasan, hukuman perlu memberi efek jera. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh daycare juga penting dilakukan, bukan hanya tempat yang viral. Pemerintah daerah perlu memastikan semua lembaga pengasuhan mematuhi aturan yang berlaku.

Peran orang tua tetap sangat penting dalam mencegah kejadian serupa. Perubahan perilaku anak, ketakutan berlebihan, enggan pergi ke daycare, atau munculnya luka fisik tanpa penjelasan harus menjadi sinyal yang diperhatikan serius. Komunikasi terbuka dengan anak dan pengasuh menjadi langkah sederhana namun penting untuk perlindungan.

Anak-anak tidak membutuhkan pengasuh yang paling bergelar atau terlihat meyakinkan. Mereka membutuhkan orang dewasa yang sabar, lembut, dan aman. Dunia anak dibangun dari sentuhan hangat, kata-kata baik, serta rasa nyaman. Ketika orang dewasa justru menghadirkan kekerasan, maka yang rusak bukan hanya satu hari mereka, tetapi fondasi kepercayaan mereka terhadap dunia.

Kasus di Yogyakarta semestinya menjadi alarm bersama. Jangan sampai tempat penitipan anak berkembang pesat sebagai kebutuhan zaman, tetapi miskin pengawasan dan nilai kemanusiaan. Ukuran kemajuan masyarakat bukan hanya banyaknya lembaga pendidikan atau tingginya gelar warganya, melainkan bagaimana anak-anak diperlakukan dengan kasih sayang dan perlindungan yang layak.

Kontributor: NUSA PENA
Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB
↑ Kembali ke atas
Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

Bagikan artikel ini melalui