Sementara itu, Hindra Gunawan menyampaikan pesan mengenai kekuatan pemulihan yang ada di dalam setiap individu. Ia menekankan peran fasilitator hanya sebagai jembatan bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Hal ini menjadi poin penting agar Warga Binaan memiliki kepercayaan diri. Mereka diharapkan mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu melalui potensi yang sudah ada di dalam raga masing-masing.
"Metode TRE ini kami bawa ke Indonesia dengan misi kemanusiaan, termasuk untuk saudara-saudara kita yang berada di Lapas," ungkap Hindra.
Ia menjelaskan, pada hakikatnya yang bisa menyembuhkan beban trauma dan stres adalah diri sendiri. Ini melalui mekanisme alami yang sudah diberikan Tuhan pada tubuh.
"Kami hanya memberikan teknik untuk memicu getaran alami tersebut agar ketegangan saraf dapat dilepaskan," kata Hindra.
Hindra menambahkan, pihaknya ingin para Warga Binaan merasakan ketenangan batin yang lebih. Mereka juga diharapkan menyadari potensi kesembuhan mandiri ini.
"Sehingga mampu melewati masa pembinaan dengan jiwa yang lebih sehat," tutup Hindra.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik massal. Para Warga Binaan diajarkan teknik-teknik mandiri untuk memicu getaran alami guna melepaskan ketegangan tubuh.