Kuatnya kontribusi PAD, terutama dari pajak daerah sebesar Rp8,6 triliun, memberikan Banten ruang fiskal yang lebih besar. juga menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang tinggi.
Sumber utama PAD provinsi berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor . Realisasi PKB pada 2024 mencapai Rp3,5 triliun, menurut data Badan Pendapatan Daerah .
Sementara itu, BBNKB tercatat sebesar Rp2,7 triliun. Provinsi ini juga mencatat total belanja daerah sebesar Rp11,9 triliun.
Rincian belanja daerah meliputi belanja pegawai Rp2,4 triliun, belanja barang dan jasa Rp3,8 triliun, dan belanja modal Rp1,1 triliun. Belanja lainnya mencapai Rp4,4 triliun, dengan pos belanja bagi hasil mendominasi sebesar Rp3,4 triliun.
Kinerja Bank Banten terus menunjukkan peningkatan setelah menuntaskan proses Kelompok Usaha Bank dengan Bank Pembangunan Jatim. Proses KUB ini tidak hanya memperkuat permodalan, tetapi juga sistem di Bank Banten.
Penyelesaian KUB turut meningkatkan kepercayaan pasar serta pemerintah kabupaten dan kota. Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang telah menempatkan Rekening Kas Umum Daerah di Bank Banten.
Riset The Asian Post The Best Regional Champion 2026 Infobank didasarkan pada kinerja laporan keuangan periode September 2024 hingga September 2026. Indikator pertama riset ini adalah permodalan, dengan Capital Adequacy Ratio sebesar 12,5 persen dan pertumbuhan modal inti 5 persen.
Indikator kedua mencakup total kredit 7,5 dan pertumbuhan kredit 7,5. Ketiga, rentabilitas yang mengacu pada Return on Asset , Return on Equity , serta pertumbuhan laba tahun berjalan.