DISTRIKBANTENNEWS.COM, Wahai - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai kembali memanen kacang panjang sebanyak 15 kilogram. Panen kedua ini berlangsung pada Kamis (2/4/2026).
Hasil panen ini menunjukkan konsistensi Lapas Wahai dalam membina Warga Binaan melalui sektor pertanian. Upaya ini juga memperkuat kemandirian pangan di lingkungan lapas.
Budidaya mandiri ini dikelola langsung oleh Warga Binaan. Mereka bekerja di bawah pengawasan ketat petugas pembinaan.
Tanaman kacang panjang dirawat secara organik di lahan pinjam pakai. Lahan tersebut berfungsi sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Wahai.
Kualitas buah kacang panjang yang dihasilkan baik, panjang, dan segar. Panen perdana sebelumnya dilakukan pada akhir bulan Ramadan lalu dalam skala kecil.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi staf pembinaan dan Warga Binaan. Ia menilai mereka konsisten merawat tanaman.
"Alhamdulillah, panen kedua ini lebih baik. Ini adalah bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami terapkan berjalan konsisten," ujar Tersih.
"Banyak atau sedikitnya hasil bukan ukuran utama, melainkan semangat dan keseriusan Warga Binaan dalam belajar bertani untuk bekal kehidupan setelah bebas nanti," tambahnya. Staf Subseksi Pembinaan, Rahmatsyah Latief Ode, menjelaskan pemanfaatan hasil panen.