Menurutnya, tahun 2027 merupakan tahun ketiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo. Ini adalah fase penting dalam realisasi program prioritas.
“Khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan dasar lainnya,” kata Jubaedi.
Meski demikian, Jubaedi mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh program tersebut. Anggaran daerah harus dialokasikan terlebih dahulu untuk belanja wajib seperti belanja pegawai dan operasional.
“Kami melihat kemampuan keuangan daerah. Setelah belanja wajib dan rutin terpenuhi, baru kami hitung celah fiskal untuk program prioritas,” ujarnya. Terkait hal ini, Bappedalitbang menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha .
Skema ini akan khusus berlaku untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
“Kami akan berinovasi melalui KPBU untuk menjawab keterbatasan pendanaan. Terutama untuk pembangunan infrastruktur,” terang Jubaedi.
Selain itu, Pemerintah Kota Cilegon berharap adanya peningkatan pendapatan daerah agar ruang fiskal semakin luas. diharapkan dapat merealisasikan lebih banyak program prioritas di tahun 2027.
“Melalui berbagai strategi tersebut, kami optimistis penyusunan RKPD 2027 tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Meskipun di tengah keterbatasan anggaran,” tutup Achmad Jubaedi.
***