Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menambahkan bahwa pembelajaran fikih salat memberikan pemahaman lebih mendalam. Ini tidak hanya soal tata cara, tetapi juga makna di balik ibadah.
“Tidak hanya memahami tata cara, tetapi juga makna di balik ibadah, sehingga pelaksanaannya menjadi lebih khusyuk dan berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Gilang Wisnuwardhana. Salah satu Warga Binaan berinisial ER mengaku mendapatkan pemahaman baru dari pembelajaran tersebut.
Ia merasa lebih tenang dan dekat dengan Allah setelah memahami makna setiap gerakan salat.
“Saya jadi lebih memahami makna dari setiap gerakan salat, tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban. Ini membuat saya lebih tenang dan lebih dekat dengan Allah,” ungkap ER.
Lapas Banjarmasin berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual. sebagai bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
“Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual sebagai bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” tutup Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah.
***