"Pembinaan kerohanian ini sebagai bentuk pengikatan janji untuk hidup sesuai firman tuhan dan aktif dalam kehidupan bergereja saat mereka kembali ke masyarakat," ujar Andrey Maspaitella.
Pada kesempatan yang sama, Pendeta Ny. Welna Sabono/L dalam khotbahnya menyampaikan peneguhan Sidi merupakan bentuk komitmen iman.
Komitmen ini harus diwujudkan melalui perubahan hidup yang nyata.
"Peneguhan Sidi bukan hanya seremoni gereja, tetapi merupakan janji iman untuk hidup setia kepada tuhan, menunjukkan kasih, dan menjadi terang di mana pun berada, termasuk di lingkungan Lapas," ungkap Pendeta Ny.
Welna Sabono/L. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap langkah Lapas Saumlaki.
Ia menyebut ini sebagai implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Kami mendukung kegiatan yang dilakukan karena peneguhan Sidi Baru ini juga sebagai implementasi dari pembinaan kerohanian di Lapas," kata Ricky Dwi Biantoro.
Peneguhan Sidi ini diharapkan dapat memotivasi para warga binaan Lapas Saumlaki. Tujuannya agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik, beriman, dan bertobat untuk menjadi berkat saat kembali ke masyarakat nanti.
***