Etha Ayatanoi. Salah satu warga binaan berinisial I, mengaku mendapatkan penguatan dari kegiatan tersebut.
"Saya merasa dikuatkan dan diingatkan bahwa saya masih berharga dan bisa berubah menjadi lebih baik. Kegiatan ini sangat berarti bagi saya," ujar Warga Binaan I.
Kepala Lapas Perempuan Manokwari, Lince Bela, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan kepribadian yang terus dioptimalkan oleh Lapas.
"Rekoleksi ini kami fasilitasi sebagai ruang refleksi bagi Warga Binaan untuk lebih mengenal diri, memperkuat iman, dan menumbuhkan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Pembinaan spiritual menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung proses pemulihan dan pembentukan karakter Warga Binaan selama menjalani masa pidana," tutup Lince Bela.
***