DISTRIKBANTENNEWS.COM, Ambon - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon bekerja sama dengan Puskesmas Passo menggelar skrining kesehatan bagi warga binaan. Kegiatan Mobile Infeksi Menular Seksual , HIV, dan TB Paru ini berlangsung pada Kamis (26/3/2026).
Program ini menjadi langkah deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular. Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat demi menjaga kesehatan warga binaan.
Kepala Lapas Ambon, Hendra Budiman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Puskesmas Passo. Ia menyebut layanan kesehatan langsung di dalam lapas menjamin hak hidup sehat warga binaan.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Melalui kegiatan skrining, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga kepastian bahwa hak mereka untuk hidup sehat tetap dijamin. Ini adalah bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga kualitas hidup mereka,” ujar Hendra Budiman.
Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Kota Ambon, Elsina Pattileamonia, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan. Edukasi juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemahaman warga binaan.
“Kami ingin Warga Binaan memahami pentingnya pencegahan HIV dan penyakit menular lainnya. Dengan edukasi yang tepat, mereka bisa lebih sadar menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” kata Elsina Pattileamonia.
Salah satu warga binaan, LL, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini. Ia merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan langsung di dalam lapas.
“Kami merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan langsung di dalam lapas. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kami bisa tetap sehat selama menjalani masa pembinaan,” tutur LL.
Dokter Puskesmas Passo, Betsy Leipeny, yang memimpin pemeriksaan kesehatan, menekankan pentingnya deteksi dini. Deteksi cepat meningkatkan peluang untuk sembuh dan mencegah penularan penyakit.
“Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah penularan. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik agar Warga Binaan tetap sehat dan produktif,” tutup Betsy Leipeny.
***