Embargo menyebabkan tidak ada investor yang tertarik menanam modal di sektor kuliner Iran.
Meski Iran memiliki cadangan minyak berlimpah, sulit menjualnya karena ketakutan negara pembeli terhadap Amerika.
Iran terpaksa menjual minyak di pasar gelap dengan harga sangat miring.
Namun, bangsa Iran tidak pesimis dan justru menjadikan embargo sebagai pemicu untuk bekerja lebih keras.
Mereka percaya Allah SWT melihat dan Imam Mahdi AS mendoakan.
Kemandirian ini membuat Iran maju di bidang persenjataan, militer, teknologi nano, kedokteran, dan teknologi lainnya.
Rahasia kemajuan ini adalah ideologi bangsa.
Sebaliknya, negara-negara Barat dan masyarakat dunia mengeluh saat Selat Hormuz ditutup.