DISTRIKBANTENNEWS.COM, Medan - Masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang pecahan baru di bank konvensional milik pemerintah. Kondisi ini terjadi menjelang momen Hari Raya Idul Fitri.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Uang pecahan baru justru marak dijajakan secara bebas di sejumlah titik Kota Medan, seperti kawasan Lapangan Merdeka.
Praktik serupa juga ditemukan melalui berbagai platform media sosial. Para penjual menawarkan paket uang pecahan baru dengan mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar, yang pada akhirnya membebani masyarakat.
"Di bank sulit sekali dapat uang baru, tapi di luar malah banyak dijual. Ini yang membuat kita bingung dan kecewa," ujar Jessica, seorang warga, saat ditemui di Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Krakatau pada Selasa (17/3/2026).
Sekretaris Pengurus Daerah II GM KB FKPPI Sumatera Utara, Thamrin Samosir, mengaku heran dengan fenomena ini. Ia mempertanyakan pengawasan distribusi uang pecahan baru oleh Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Sumatera Utara.
Thamrin menilai adanya ketidakseimbangan antara distribusi resmi dan peredaran di luar jalur yang semestinya. Ia menduga adanya celah dalam sistem distribusi yang berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.
"Bagaimana sebenarnya pendistribusian uang pecahan baru ini?" ungkap Thamrin.
"Kok masyarakat yang mau menukar uang pecahan baru di Bank Indonesia dibatasi, tapi uang pecahan baru justru lebih mudah diperoleh di luar bank dibandingkan melalui jalur resmi?" tutup Thamrin.
***