Rabu, 30 September 2026

Andra Soni Pacu Agrobisnis Banten, Puskagro Tangerang Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan

BAGIKAN:
Andra Soni Pacu Agrobisnis Banten, Puskagro Tangerang Jadi P...
0
Andra Soni Pacu Agrobisnis Banten, Puskagro Tangerang Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan

TANGERANG – Pemerintah Provinsi Banten memperkuat langkah membangun ketahanan pangan daerah melalui pengembangan kawasan agrobisnis terpadu. Salah satunya dilakukan dengan menggandeng Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Jaga Pangan dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan unit usaha ayam petelur, pembangunan budidaya ikan air tawar, serta pengelolaan kandang ayam di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro), Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani, Gubernur Banten Andra Soni, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Program Satgasus Jaga Pangan sendiri merupakan bagian dari program Jaksa Mandiri Pangan yang digagas Jamintel Kejaksaan Agung RI. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membangun ekosistem produksi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keberadaan Puskagro di Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan agrobisnis terpadu yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan keuntungan dan nilai tambah bagi petani.

Menurutnya, konsep tersebut dapat direplikasi di sejumlah daerah lain di Banten, seperti Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik serta komoditas unggulan masing-masing wilayah.

“Sehingga dengan begitu ekosistem pangan di kita terjaga dengan baik, termasuk untuk menyuplai kebutuhan ribuan dapur SPPG kita,” ujar Andra Soni.

Ia menegaskan, penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilakukan hanya dengan meningkatkan produksi di tingkat petani. Seluruh mata rantai harus dibangun secara terintegrasi, mulai dari produksi hingga produk sampai ke konsumen.

Dari Sampah Jadi Rupiah! Kades Sindangheula Turun Langsung Jemput Sampah Plastik Warga
Artikel Selanjutnya

Dari Sampah Jadi Rupiah! Kades Sindangheula Turun Langsung Jemput Sampah Plastik Warga

Diterbitkan: 16 Agustus 2026, 08:58 WIB · Diperbarui: 16 Agustus 2026, 08:58 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB

Dimyati: Banten Punya Modal Kuat Jadi Pusat Industri Halal

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Pemprov Banten Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 06:08 WIB

KKN Tematik Wasesa Unimus Dampingi 676 Warga Kalicari Manfaatkan Layanan Administrasi Kependudukan Digital

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 19 September 2026 | 09:49 WIB

Manfaatkan Lahan Idle, Warga Binaan Lapas Batang Belajar Budidaya Melon melalui Polybag

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 11 September 2026 | 11:00 WIB

Rupiah Menguat, Tembus Rp17.640 per Dolar

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 19:46 WIB

Mahasiswa UPGRIS Buka Wawasan Digital UMKM Pundenarum untuk Promosi yang Lebih Menarik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 6 September 2026 | 09:39 WIB