Eropa Terpecah Sikap Hadapi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banten - Negara-negara di Eropa menunjukkan perbedaan sikap yang tajam dalam merespons serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Perpecahan ini semakin terlihat setelah Washington meningkatkan tekanan kepada sekutunya untuk memberikan dukungan politik dan strategis.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris memilih pendekatan diplomasi serta penghormatan hukum internasional. Hingga kini, negara-negara Eropa belum menyepakati satu strategi bersama untuk menghadapi krisis Timur Tengah yang semakin kompleks.
Pemerintah Amerika Serikat berharap sekutu-sekutunya di Eropa mendukung Washington dan Tel Aviv. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump mengharapkan dukungan penuh dari negara-negara Eropa.
Leavitt menegaskan, Gedung Putih melihat konflik tersebut sebagai isu keamanan internasional yang memerlukan solidaritas sekutu Barat. Presiden Trump bahkan secara terbuka mengkritik pemerintah Eropa yang ragu memberikan dukungan.
Trump juga menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London memutuskan tidak mendukung operasi militer tersebut.
“Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi,” kata Trump.
Sindiran itu merujuk pada sikap Starmer yang sebelumnya menegaskan Inggris tidak mendukung upaya "perubahan rezim dari langit" melalui serangan militer. Sementara itu, Uni Eropa menekankan pentingnya pengendalian diri dan langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Blok tersebut menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi membawa konsekuensi serius bagi stabilitas global. Para menteri luar negeri Uni Eropa bahkan menggelar pertemuan darurat secara virtual setelah konflik pecah.