Eropa Terpecah Sikap Hadapi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran
Dalam pernyataan bersama, Uni Eropa menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi yang berkembang. Blok tersebut menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk konflik.
Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan, Uni Eropa akan tetap mendukung jalur diplomasi sebagai cara utama mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Selain itu, Uni Eropa menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah meningkatnya ketegangan.
Mereka juga menekankan bahwa semua pihak harus menghormati Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum humaniter internasional. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengingatkan bahwa krisis yang terus membesar menunjukkan melemahnya penghormatan terhadap hukum internasional.
“Tanpa memulihkan hukum internasional dan akuntabilitas, kita akan terus menyaksikan pelanggaran hukum, gangguan, dan kekacauan,” kata Kallas.
Di sisi lain, Inggris memilih mengambil posisi yang lebih berhati-hati dalam merespons konflik tersebut. Pemerintah Inggris tetap mengkritik kebijakan Iran, tetapi pada saat yang sama mendorong penyelesaian melalui diplomasi.
Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan, solusi terbaik untuk meredakan ketegangan adalah melalui kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran. Menurutnya, perundingan dapat membuka peluang bagi Iran untuk menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya.
Inggris sebelumnya sempat membatasi penggunaan pangkalan militer Diego Garcia oleh Amerika Serikat. Namun kemudian London mengizinkan fasilitas tersebut dipakai untuk mendukung keamanan kawasan dan perlindungan terhadap Israel.
Sebagai langkah defensif, Inggris juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Langkah itu dilakukan dengan mengirimkan tambahan jet tempur Typhoon ke Qatar.