Jumat, 2 Oktober 2026

Eropa Terpecah Sikap Hadapi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran

BAGIKAN:
Eropa Terpecah Sikap Hadapi Serangan Amerika Serikat dan Isr...
0
Eropa Terpecah Sikap Hadapi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran
Negara-negara Eropa menunjukkan perpecahan sikap dalam menghadapi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dengan sebagian memilih diplomasi. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banten - Negara-negara di Eropa menunjukkan perbedaan sikap yang tajam dalam merespons serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Perpecahan ini semakin terlihat setelah Washington meningkatkan tekanan kepada sekutunya untuk memberikan dukungan politik dan strategis.

Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris memilih pendekatan diplomasi serta penghormatan hukum internasional. Hingga kini, negara-negara Eropa belum menyepakati satu strategi bersama untuk menghadapi krisis Timur Tengah yang semakin kompleks.

Pemerintah Amerika Serikat berharap sekutu-sekutunya di Eropa mendukung Washington dan Tel Aviv. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump mengharapkan dukungan penuh dari negara-negara Eropa.

Leavitt menegaskan, Gedung Putih melihat konflik tersebut sebagai isu keamanan internasional yang memerlukan solidaritas sekutu Barat. Presiden Trump bahkan secara terbuka mengkritik pemerintah Eropa yang ragu memberikan dukungan.

Trump juga menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London memutuskan tidak mendukung operasi militer tersebut.

“Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi,” kata Trump.

Sindiran itu merujuk pada sikap Starmer yang sebelumnya menegaskan Inggris tidak mendukung upaya "perubahan rezim dari langit" melalui serangan militer. Sementara itu, Uni Eropa menekankan pentingnya pengendalian diri dan langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Blok tersebut menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi membawa konsekuensi serius bagi stabilitas global. Para menteri luar negeri Uni Eropa bahkan menggelar pertemuan darurat secara virtual setelah konflik pecah.

Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?
Artikel Selanjutnya

Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 8 Maret 2026, 09:41 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dirjenpas Mashudi Mundur Usai Polemik Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:10 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Lapas Bandanaira Tegaskan Komitmen Menjaga Ideologi Bangsa

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 02:09 WIB

100 Pengemudi Becak di Purwakarta Terima Bantuan Becak Listrik

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 18:08 WIB

Ombudsman dan Pemasyarakatan Maluku Bersinergi Wujudkan Layanan Publik Berkualitas di Ambon

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 30 September 2026 | 06:26 WIB

Asesmen Teknik Non Tes, Lapas Bandanaira Identifikasi Kebutuhan Psikologis Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 29 September 2026 | 11:43 WIB

‎Dari Mengaji Hingga Thaharah, Lapas Bandanaira dan KUA Banda Bekali Pemahaman Ibadah Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 29 September 2026 | 03:20 WIB

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Seniman Putra Bung Karno

Konten Redaksi Sabtu, 26 September 2026 | 13:50 WIB

Semai Keterampilan, Warga Binaan Lapas Bandanaira Budidaya Pakcoy dan Selada Hidroponik di Area Brandgang

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 26 September 2026 | 03:30 WIB

Lelang Sitaan Aset Jiwasraya Berlanjut, 5 Unit Apartemen Resmi Terjual

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 05:32 WIB