Sementara itu, Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus menjelaskan bahwa Pos Kesehatan Modular ini dibangun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Menurutnya, selama lebih dari 35 tahun sebagai dokter, ia jarang menemukan masyarakat yang datang hanya untuk pemeriksaan kesehatan preventif.
“Sebagian besar penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dipengaruhi faktor keturunan, bahkan mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ditangani dalam 3 sampai 5 tahun, penyakit ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, hingga stroke,” ujarnya.
Ia juga menyoroti besarnya beban pembiayaan kesehatan negara. Biaya cuci darah pada 2020 tercatat sekitar Rp2,3 triliun dan melonjak menjadi lebih dari Rp13 triliun pada 2025, sementara pembiayaan penyakit jantung mencapai sekitar Rp17 triliun.
“Kalau kita hanya fokus pada pengobatan, negara tidak akan sanggup. Pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan,” tegasnya.
Pos Kesehatan Merah Putih sengaja ditempatkan di kawasan pasar dan pusat keramaian agar masyarakat bisa memeriksakan kesehatan sambil beraktivitas ekonomi.
“Tekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa merusak organ tubuh dalam waktu singkat. Karena itu, pemeriksaan harus mudah dijangkau,” tutupnya. ***