Sementara untuk jalur Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton disiapkan 7 unit kapal, Ciwandan–Bakauheni 5 unit kapal, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu 6 unit kapal, serta 2 unit kapal pada jalur PT Krakatau Bandar Samudera–Panjang sebagai jalur kontingensi.
Dudy menegaskan, skema lima jalur ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, dan terkendali, khususnya pada jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, yakni Jawa–Sumatera.
Menurutnya, Provinsi Banten merupakan daerah yang cukup tinggi saat arus mudik dan balik lebaran.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan wali kota se-Provinsi Banten guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Pemerintah berharap, dengan kesiapan armada dan pembagian jalur yang lebih variatif, kepadatan ekstrem seperti tahun-tahun sebelumnya dapat diminimalisir. ***