KOTA TANGERANG — Puskesmas Kunciran Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi melalui kegiatan kunjungan rumah. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kunjungan rumah konseling teknik menyusui bayi kembar yang dilakukan langsung oleh petugas Konselor ASI.
Kepala Puskesmas Kunciran Baru drg. Anna Amelia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pendampingan langsung kepada ibu menyusui, khususnya ibu dengan bayi kembar, agar mampu menerapkan teknik menyusui yang benar, nyaman, dan efektif.
”Teknik menyusui yang tepat sangat penting untuk memastikan kebutuhan gizi bayi terpenuhi secara optimal melalui Air Susu Ibu (ASI),” jelas drg. Anna, Selasa (13/1/26).
Ia menuturkan, penerapan teknik menyusui yang benar memiliki banyak manfaat, mulai dari mencegah puting lecet pada ibu, meningkatkan perlekatan menyusu sehingga bayi merasa puas dan nyaman, membuat bayi lebih tenang, hingga mengurangi risiko bayi muntah setelah menyusui.
”Dalam konseling tersebut, petugas memberikan edukasi dan praktik langsung beberapa posisi menyusui bayi kembar yang dapat diterapkan sesuai kenyamanan ibu dan kondisi bayi,” katanya.
Melalui kegiatan kunjungan rumah ini, Puskesmas Kunciran Baru berharap para ibu menyusui, khususnya ibu dengan bayi kembar, semakin percaya diri dan mampu memberikan ASI secara optimal bagi buah hati mereka.
Dalam konseling tersebut, petugas juga menyosialisasikan sejumlah teknik menyusui bayi kembar yang dapat dipraktikkan di rumah. Teknik pertama adalah posisi Double Cradle Hold (posisi silang), di mana ibu duduk sambil menimang kedua bayi di tangan kanan dan kiri, dengan kaki bayi bersilang di depan perut ibu dan kepala bayi sejajar dengan payudara.
Teknik kedua yakni posisi Double Football Hold (gendong bola), dengan meletakkan bantal di bawah lengan ibu. Bayi diposisikan di sisi kanan dan kiri perut ibu, sementara kaki bayi berada di belakang punggung ibu menyerupai posisi memegang bola football.
Selain itu, diperkenalkan pula posisi Kombinasi (Cradle–Clutch), yakni satu bayi disusui dengan posisi di ketiak (clutch) dan satu bayi lainnya dengan posisi cradle di pangkuan ibu. Adapun teknik terakhir adalah posisi Berbaring Menyamping (side-lying), di mana ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan, sehingga memudahkan proses menyusui terutama saat ibu membutuhkan posisi yang lebih rileks.
Dengan pendekatan personal melalui kunjungan rumah, Puskesmas Kunciran Baru berharap edukasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.***