Rabu, 7 Oktober 2026

Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: Data Resmi Tidak Sepenuhnya Mencerminkan Realitas Lapangan

BAGIKAN:
Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: D...
0
Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: Data Resmi Tidak Sepenuhnya Mencerminkan Realitas Lapangan

BPS Provinsi Banten menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan pada periode Maret 2025 dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi makro, di antaranya inflasi yang relatif terkendali serta stabilnya harga beberapa komoditas utama.

Garis Kemiskinan (GK) Banten tercatat sebesar Rp684.232 per kapita per bulan. Sebesar 73,01 persen komponen GK didominasi oleh kebutuhan makanan, seperti beras, telur ayam ras, dan rokok kretek.

Meski demikian, penurunan angka kemiskinan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh kelompok masyarakat telah keluar dari jerat kemiskinan, terutama mereka yang hidup tepat di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan. Kelompok rentan ini sangat mudah kembali jatuh miskin akibat faktor kesehatan, kehilangan pekerjaan, maupun kenaikan harga bahan pokok.

Kesenjangan Antarwilayah Masih Besar

Masalah kemiskinan di Provinsi Banten juga dipengaruhi oleh ketimpangan pembangunan antardaerah. Wilayah Banten bagian utara, seperti Tangerang dan sekitarnya, berkembang pesat berkat sektor industri dan perluasan kawasan ekonomi.

Sebaliknya, wilayah selatan Banten, seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang, masih tertinggal dari segi infrastruktur, akses pendidikan, serta ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini menyebabkan penurunan angka kemiskinan tidak terjadi secara merata dan belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Seruan Publik: Kebijakan Harus Bersifat Pemberdayaan

Berbagai aktivis sosial dan pemerhati kebijakan publik menilai bahwa pemerintah perlu menggeser fokus kebijakan dari sekadar penyaluran bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi warga miskin.

Kemacetan dan Kerusakan Jalan Serang–Pandeglang: Masalah Nyata yang Mendesak Ditangani
Artikel Selanjutnya

Kemacetan dan Kerusakan Jalan Serang–Pandeglang: Masalah Nyata yang Mendesak Ditangani

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 7 Januari 2026, 12:04 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Insan Faisal Ibrahim dan Semangat Menggerakkan Dunia Pendidikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 14:04 WIB

Viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026: Ketika Integritas Dewan Juri Dipertanyakan Publik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 12 Mei 2026 | 08:28 WIB

Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 10 Mei 2026 | 09:06 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar, Siswi MIS Ar Raudhotun Nur Tekuni Bahasa Jepang

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Kisah Yosua Ray, Pelajar SMAN 5 Cirebon yang Sukses Jadi Juara Konten Kreator Meski Bermodal HP Sederhana

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 14 April 2026 | 10:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Amelia Soleha: Dari Santri hingga Jadi Akademisi Muda Berprestasi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 April 2026 | 16:15 WIB

Rising Star Gabriell Elvareta Represents Indonesia in Kuala Lumpur Cultural Showcase

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 31 Maret 2026 | 20:20 WIB

Siswa SMAN 2 Kuningan Tembus Nasional, Muhammad Khoidir Padlan Ismaya Raih Juara 2 Cipta Puisi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 30 Maret 2026 | 07:36 WIB

Nayla Agista Anggraeny: Sosok Inspiratif di Dunia Konten, Modeling, dan Public Figure

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 29 Maret 2026 | 21:28 WIB