Sabtu, 3 Oktober 2026

Imunisasi Anak di Kota Tangerang Lampaui Target Nasional, Angkanya Bikin Terkejut

BAGIKAN:
Imunisasi Anak di Kota Tangerang Lampaui Target Nasional, An...
0
Imunisasi Anak di Kota Tangerang Lampaui Target Nasional, Angkanya Bikin Terkejut

KOTA TANGERANG — Komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam melindungi kesehatan anak kembali membuahkan hasil membanggakan. Melalui Dinas Kesehatan, capaian program imunisasi rutin sepanjang 2025 tercatat melampaui target nasional yang ditetapkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan RI.

Hingga penghujung 2025, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Baduta (bayi di bawah dua tahun) menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku) per 18 Desember 2025, IDL mencapai 129 persen, sementara Imunisasi Baduta berada di angka 128 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraini, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan yang terus bergerak aktif menjangkau masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan. Angka ini menunjukkan bahwa sistem kita bekerja dengan baik. Bahkan, jika merujuk pada validasi manual melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) hingga November 2025, capaian kita lebih tinggi lagi, yakni IDL sebesar 143% dan IBL 134%," jelasnya.

Tingginya persentase yang melampaui 100 persen ini bukan tanpa alasan. Dinas Kesehatan Kota Tangerang dinilai tidak hanya berhasil memenuhi target proyeksi Pusdatin, tetapi juga mampu menjangkau anak-anak pendatang maupun warga nondomisili yang tinggal di wilayah Kota Tangerang.

"Capaian yang melampaui target ini adalah bukti nyata komitmen Kota Tangerang dalam membentuk kekebalan kelompok bagi generasi masa depan. Kami memastikan bahwa setiap anak yang berada di wilayah Kota Tangerang, tanpa memandang status domisili, medapatkan hak mereka untuk terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)," tambah dr.

Dini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbedaan data antara sistem digital ASIK dan pencatatan manual melalui PWS terus diminimalkan melalui proses sinkronisasi yang berkelanjutan. Ia pun mengimbau para orang tua agar aktif memeriksa Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) demi memastikan imunisasi anak telah lengkap dan sesuai jadwal.

"Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan guna menjaga status Kota Tangerang sebagai wilayah dengan risiko penularan penyakit menular yang rendah, sekaligus mendukung program nasional dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2045," tutupnya.***

Dinkes Kota Tangerang Catat Capaian Signifikan dalam Imunisasi Rutin, IDL dan IBL Melampaui Target
Artikel Selanjutnya

Dinkes Kota Tangerang Catat Capaian Signifikan dalam Imunisasi Rutin, IDL dan IBL Melampaui Target

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 2 Januari 2026, 18:03 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB