Aksi bersih sungai ini melibatkan berbagai elemen, termasuk relawan lingkungan, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota dan Kabupaten Serang, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan. Mekanisme pembersihan dibagi menjadi dua kelompok taktis: tim sungai yang bertugas mengurai sampah di aliran air, dan tim darat yang mengangkat sampah ke permukaan.
Selama penyusuran, relawan berhasil membersihkan tiga titik sumbatan sampah yang menghambat aliran sungai. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran 40 paket sembako kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Cibanten.
Potensi Wisata dan Perubahan Perilaku
Komandan Denpom III/4 Serang, Letkol CPM Dadang Dwi Saputro, menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih kerap membuang sampah di pinggir sungai.
“Kita masih melihat di kanan dan kiri sungai, warga membuang sampah di pinggiran. Ini sangat berbahaya jika debit air naik,” tegas Dadang.
Meski begitu, ia optimistis bahwa Sungai Cibanten memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata air apabila kebersihannya terjaga.
“Spotnya bagus. Kalau bersih, kita bisa menghindari banjir dan sungai ini berpotensi menjadi lokasi wisata,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menekankan bahwa momentum Hari Relawan Sedunia harus menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat terkait pemeliharaan sungai.