Selasa, 6 Oktober 2026

Bahaya Asap Rokok bagi Paru-Paru, Bahkan untuk Perokok Pasif

BAGIKAN:
Bahaya Asap Rokok bagi Paru-Paru, Bahkan untuk Perokok Pasif
0
Bahaya Asap Rokok bagi Paru-Paru, Bahkan untuk Perokok Pasif

TANGERANG — Asap rokok kembali menjadi sorotan serius karena dampaknya yang semakin terbukti membahayakan kesehatan paru-paru, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Di Kota Tangerang, kampanye hidup sehat terus digaungkan seiring meningkatnya kasus gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan asap rokok di area publik.

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk tar, karbon monoksida, dan nikotin. Kandungan tersebut dapat merusak jaringan paru-paru, mengganggu fungsi pernapasan, hingga memicu penyakit kronis seperti bronkitis, asma, dan kanker paru.

Dampak ini bahkan bisa semakin parah bagi mereka yang terpapar dalam jangka panjang.

Yang sering diabaikan, bahaya yang sama juga mengintai perokok pasif—mereka yang tidak merokok tetapi harus menghirup asap dari orang di sekitarnya. Paparan asap rokok pada perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit paru hingga 25–30 persen, bahkan pada anak-anak risikonya jauh lebih besar.

Sistem pernapasan yang belum matang membuat anak lebih rentan terkena infeksi paru, pneumonia, hingga perkembangan paru-paru yang tidak optimal.

Tak hanya itu, paparan asap rokok di ruang tertutup seperti rumah, kendaraan, atau ruangan kerja dianggap paling berbahaya. Partikel berbahaya dalam asap rokok dapat bertahan berjam-jam bahkan setelah rokok dimatikan, dan tetap terhirup oleh orang lain tanpa disadari.

Di berbagai pusat layanan kesehatan di Kota Tangerang, tenaga medis mencatat meningkatnya pasien yang mengalami sesak, batuk kronis, dan infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap rokok. Kondisi ini membuat banyak keluarga mulai membatasi kebiasaan merokok di area rumah dan memilih ruang terbuka untuk mengurangi risiko bagi anggota keluarga lainnya.

Beragam upaya juga dilakukan pemerintah daerah, termasuk kampanye kawasan tanpa rokok, edukasi di sekolah, hingga penyediaan ruang khusus merokok di perkantoran dan pusat keramaian. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi paparan bagi masyarakat umum, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Asap rokok adalah ancaman yang sering kali dianggap sepele, namun efeknya dapat menghancurkan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.***

Rahasia Sehat di Balik Manfaat Buah Jeruk
Artikel Selanjutnya

Rahasia Sehat di Balik Manfaat Buah Jeruk

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 29 November 2025, 20:55 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB