Prananda mengungkapkan bahwa sesi inovasi produk menghasilkan banyak ide kreatif dari peserta, mulai dari kap lampu, tempat payung, ornamen rumah, hingga model sapu modern dengan nilai jual lebih tinggi.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari warga. Peserta yang awalnya diperkirakan 40 orang, bertambah menjadi 65. Ini menunjukkan masyarakat Sindangheula punya semangat besar untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga berharap kerja sama dengan Desa Sindangheula dapat terus berlanjut.
“Insya Allah tahun depan kami berharap bisa terus bekerja sama. Mengembangkan inovasi tidak cukup satu kali, harus terus berulang agar mencapai kualitas terbaik,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengrajin lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk sapu lidi sawit dan menembus pasar ekspor di masa depan. ***