Selasa, 24 Februari 2026

Aktivis Soroti RDP DPRD Serang Dinilai Politis, Disebut Cari Panggung di Tengah Derita Korban Banjir

Iklan
Aktivis Soroti RDP DPRD Serang Dinilai Politis, Disebut Cari Panggung di Tengah Derita Korban Banjir

SERANG - Koordinator Koalisi Pemuda Desa Indonesia, Sahril Anwar, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Serang yang digelar di tengah situasi banjir dan bencana yang masih berlangsung.

Menurut Sahril, RDP tersebut bukan sekadar forum evaluasi, melainkan terkesan sebagai manuver politik yang kontraproduktif karena dilaksanakan saat pemerintah daerah tengah berjibaku di lapangan menyelamatkan warga terdampak banjir.

“RDP ini terasa sangat politis. Di saat warga masih terendam, di saat aparat dan OPD masih evakuasi dan distribusi logistik, DPRD malah sibuk membangun narasi seolah Pemkab gagal. Ini bukan membantu, ini melemahkan,” tegas Sahril, Kamis (29/1/2026).

Sahril menegaskan bahwa bencana banjir yang terjadi saat ini bukan muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut banjir dengan skala besar tersebut merupakan akumulasi kebijakan pemerintahan sebelumnya yang dinilai tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.

“Kalau bicara banjir separah ini, jangan pura-pura lupa. Ini akumulasi kebijakan pemerintah silam yang tidak pro-lingkungan. Dari tata ruang yang semrawut, pengawasan yang longgar, sampai pembiaran kerusakan daerah resapan,” ujarnya.

Menurutnya, sangat tidak adil jika pemerintahan yang baru berjalan justru dijadikan sasaran utama, seolah menjadi penyebab tunggal, padahal persoalan banjir merupakan warisan struktural yang menahun.

Lebih lanjut, Sahril juga menyoroti sikap DPRD yang dinilainya tidak konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Aneh. Selama sekitar lima belas tahun pemerintahan sebelumnya, DPRD tidak pernah segencar ini menggelar RDP. Sekarang baru muncul, pas bencana. Ini wajar kalau publik menilai ada agenda lain,” kata Sahril.

Iklan
Penulis

Terkini