Kamis, 24 September 2026

Bupati Tangerang Dorong Desa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Ungkap Dampak Pemangkasan Dana Pusat

BAGIKAN:
Bupati Tangerang Dorong Desa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah,...
0
Bupati Tangerang Dorong Desa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Ungkap Dampak Pemangkasan Dana Pusat

Tangerang,—Suasana di Ballroom Hotel Aryaduta Kelapa Dua, Kamis (13/11/25), terasa berbeda. Para kepala desa, camat, dan perangkat daerah tampak antusias mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang dibuka langsung oleh Bupati Tangerang Moch.

Maesyal Rasyid.

Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Desa, BUMDes, dan KDMP sebagai Penggerak Ekonomi Desa,” kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPKP Perwakilan Banten, Kementerian Desa, serta Kementerian Keuangan — menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh pihak yang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya forum tersebut sebagai wadah untuk bertukar gagasan dan menyampaikan langsung kendala di lapangan.

“Tahun 2026 ke depan, saya ingin para kepala desa menyampaikan langsung keluhannya di forum seperti ini. Karena hari ini kita dihadiri langsung oleh BPKP, Kementerian Desa, dan Kementerian Keuangan. Gunakan kesempatan ini untuk banyak bertanya, supaya pengelolaan keuangan desa aman dan tepat sasaran,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati juga memaparkan bahwa sumber keuangan desa berasal dari berbagai sektor — mulai dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan, hingga alokasi APBD Kabupaten Tangerang yang disalurkan lewat bagi hasil pajak dan retribusi. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan transparansi antar level pemerintahan.

"Kita harus bersama-sama menjaga agar pengelolaan keuangan desa bisa baik, transparan, dan akuntable. Kalau ada kendala, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan camat, inspektorat, atau perangkat daerah terkait. Yang penting tidak ada unsur kesengajaan dalam kesalahan administrasi,” tegasnya.

Menariknya, dalam kesempatan itu Bupati juga mengungkapkan adanya kebijakan pemerintah pusat mengenai pengurangan dana transfer sebesar Rp619 miliar yang turut memengaruhi pembangunan di Kabupaten Tangerang. Meski begitu, ia memastikan bahwa Pemkab tidak tinggal diam.

“Pengurangan ini bukan hanya di Kabupaten Tangerang, tapi di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat saat ini fokus pada penguatan ekonomi rakyat dari bawah. Kita terus berupaya mencari solusi terbaik karena desa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.***

Krisis Air Bersih di Banten: Tanggung Jawab Pemerintah Daerah yang Belum Tuntas
Artikel Selanjutnya

Krisis Air Bersih di Banten: Tanggung Jawab Pemerintah Daerah yang Belum Tuntas

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 13 November 2025, 15:13 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Modus Test Drive, N-Max Dibawa Kabur

Konten Redaksi Jumat, 11 September 2026 | 18:46 WIB

Upah Diduga di Bawah UMK, KSPSI Tantang Pemkab Tangerang Periksa PT Yifang

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 22:13 WIB

Keluhan Warga Cipari Direspons, Jalan Rusak Jadi Prioritas

Konten Redaksi Selasa, 8 September 2026 | 08:31 WIB

Hendra Wijaya Terpilih Pimpin PWI, Serukan Persatuan dan Profesionalisme

Konten Redaksi Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Resmikan Masjid Jami Al Ichlas, Andra Soni Titip Pesan untuk Warga Cisauk

Konten Redaksi Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Di Balik Layar @ceritangsel, Ada Minpam, Minde, dan Mincip yang Menemani Warga Tangerang Selatan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:02 WIB

Arus Mudik KRL Cisauk Menuju Rangkasbitung Padat pada Siang Hari

Konten Redaksi Kamis, 19 Maret 2026 | 23:31 WIB