Jumat, 10 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Gotong Royong Jadi Kunci, Wali Kota Serang Tegaskan Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Bansos

BAGIKAN:
Gotong Royong Jadi Kunci, Wali Kota Serang Tegaskan Penangan...
0
Gotong Royong Jadi Kunci, Wali Kota Serang Tegaskan Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Bansos
Iklan

Ia menjelaskan bahwa keluarga berisiko adalah mereka yang masih memiliki faktor penyebab stunting, seperti keterbatasan akses air bersih dan perilaku buang air sembarangan.

“Kalau masih tidak ada air bersih atau buang air sembarangan, itu termasuk kategori berisiko,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program, Pemkot Serang tak bekerja sendiri. Pemerintah menggandeng Baznas, dunia usaha, hingga perbankan untuk memperluas jangkauan bantuan.

“Tanggung jawab menurunkan stunting harus dilakukan bersama. Maka dari itu, kami menggandeng Baznas dan sektor swasta untuk ikut berperan,” katanya.

Bantuan yang diberikan pun beragam — mulai dari sembako, beras, telur, hingga uang transport bagi keluarga penerima manfaat.

“Baznas juga memberikan bantuan uang transport untuk meringankan beban keluarga penerima,” tambah Ahmad.

Menariknya, hasil Pendataan Keluarga (PK) 2024 menunjukkan adanya penurunan signifikan jumlah keluarga berisiko stunting, dari 24 ribu menjadi 15 ribu keluarga.

“Penurunannya cukup baik karena adanya peningkatan akses air bersih dan berkurangnya perilaku buang air sembarangan,” ungkap Ahmad.

Iklan
Kejari Serang Telaah Permohonan Pendampingan Hukum dari Pemkot Serang Terkait Pengakhiran Kerja Sama Pasar Rau
Artikel Selanjutnya

Kejari Serang Telaah Permohonan Pendampingan Hukum dari Pemkot Serang Terkait Pengakhiran Kerja Sama Pasar Rau

Iklan
Iklan
Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 29 Oktober 2025, 09:22 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini