Meski begitu, Kecamatan Kasemen masih menjadi perhatian utama lantaran keterbatasan air bersih.
“Kasemen memang masih menjadi perhatian utama. Dulu sudah dibangunkan fasilitas umum seperti WC, tapi sayangnya belum semua dimanfaatkan,” ujarnya.
Selain faktor lingkungan, Ahmad menilai pola asuh dan kebiasaan makan juga menjadi penyebab utama stunting.
“Banyak orang tua yang memberi makan anaknya tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Jadi edukasi menjadi kunci utama,” jelasnya.
Untuk itu, Pemkot Serang menggencarkan edukasi sejak dini, termasuk bagi calon pengantin melalui program bimbingan pranikah agar memahami pentingnya gizi dan kesiapan reproduksi.
“Edukasi ini kami lakukan sejak sebelum menikah agar mereka siap menjadi keluarga yang sehat dan produktif,” katanya.
Meski anggaran khusus untuk stunting kini menurun karena tidak lagi menjadi program prioritas nasional, Pemkot Serang memastikan langkah kolaboratif lintas OPD tetap berjalan.
“Kita tetap bergerak bersama Dinas PU, Perkim, DP3KB, Pertanian, dan Bappeda melalui program intervensi sensitif. Kolaborasi ini tetap memberikan dampak positif,” terang Ahmad.