Jumat, 2 Oktober 2026

EVALUASI NILAI GIZI SEBAGAI DASAR KLAIM ‘KAYA SERAT’ PRODUK CEREAL BAR

BAGIKAN:
EVALUASI NILAI GIZI SEBAGAI DASAR KLAIM ‘KAYA SERAT’ PRODUK...
0
EVALUASI NILAI GIZI SEBAGAI DASAR KLAIM ‘KAYA SERAT’ PRODUK CEREAL BAR

Di zaman serba praktis seperti sekarang, banyak orang mencari makanan yang instant tapi tetap terlihat sehat. Salah satu yang populer adalah cereal bar, camilan yang terbuat dari campuran oat, gandum, kacang, dan buah kering.

Seringkali pada kemasan produk tersebut kita temui tulisan seperti “kaya serat” atau “tinggi protein”, yang seolah menjamin manfaat kesehatan. Tapi, benarkah semua produk cereal bar memang punya kandungan serat tinggi seperti yang dijanjikan?

Untuk membuktikannya, diperlukan yang namanya evaluasi nilai gizi.

Sebelum percaya pada klaim di kemasan, penting untuk tahu bahwa semua produk makanan seharusnya melewati proses evaluasi nilai gizi. Evaluasi nilai gizi adalah proses untuk mengetahui seberapa banyak kandungan zat gizi jumlah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat dalam suatu makanan.

Dari hasil inilah produsen menentukan informasi gizi dan klaim yang ditulis di label.

Menurut BPOM, klaim “kaya serat” hanya boleh digunakan jika benar-benar mengandung minimal 6 gram serat dalam 100 gram produk. Kalau kurang dari itu, klaim tersebut tidak boleh digunakan.

Peran Uji Laboratorium dalam Membuktikan Klaim Gizi Cereal Bar

Cereal bar memang terbuat dari bahan-bahan yang dikenal tinggi serat seperti oat, gandum, dan kacang-kacangan. Tetapi kandungan serat akhirnya bisa berbeda-beda tergantung pada komposisi bahan dan cara pembuatannya.

Makan Buah Sebelum Makan Berat, Rahasia Alami Lancarkan Pencernaan dan Jaga Berat Badan
Artikel Selanjutnya

Makan Buah Sebelum Makan Berat, Rahasia Alami Lancarkan Pencernaan dan Jaga Berat Badan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 17 Oktober 2025, 00:00 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB