Rabu, 7 Oktober 2026

Saung Ende, Harmoni Alam dan Kuliner Khas Banten di Tepi Kali Lesung

BAGIKAN:
Saung Ende, Harmoni Alam dan Kuliner Khas Banten di Tepi Kal...
0
Saung Ende, Harmoni Alam dan Kuliner Khas Banten di Tepi Kali Lesung

SERANG – Bagi warga Kota Serang dan sekitarnya, Saung Ende telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling diminati. Berlokasi di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, tempat ini memadukan suasana pedesaan, kuliner tradisional, dan keasrian sungai alami dalam satu kawasan yang menenangkan.

Jika banyak wisata alam menonjolkan hamparan sawah, Saung Ende justru tampil berbeda. Daya tarik utamanya adalah Kali Lesung, sungai alami yang mengalir tenang di antara bebatuan besar dan pepohonan rindang.

Suara gemericik air menjadi latar alami bagi pengunjung yang datang untuk bersantai, menikmati hidangan, atau sekadar merasakan kesejukan udara pegunungan di wilayah barat Kota Serang.

Menariknya, aliran sungai ini terhubung langsung dengan kawasan Tasikardi, salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Banten. Hal itu menjadikan Saung Ende bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga bagian dari lanskap ekologis dan budaya Banten.

Konsep Makan Dekat Alam

Saung Ende mengusung konsep Makan Dekat Alam dengan desain lesehan tradisional di tepi sungai. Setiap saung dibuat dari bambu dan kayu, menampilkan arsitektur sederhana namun hangat.

Pengunjung dapat menikmati beragam menu khas Banten seperti ikan bakar, ayam kampung, sayur asem, sambal terasi, hingga lalapan segar. Tersedia pula minuman tradisional seperti es kelapa muda, kopi tubruk, dan teh hangat yang disajikan dalam gelas tanah liat, menambah kesan alami yang kental.

Selain menu utama, pengunjung juga dapat menikmati camilan sederhana seperti pisang goreng, singkong rebus, dan tempe mendoan yang cocok disantap di tepi Kali Lesung sambil mendengarkan suara air mengalir.

Sayuran Penurun Kolesterol yang Mudah Ditemukan di Pasar, Murah tapi Kaya Manfaat!
Artikel Selanjutnya

Sayuran Penurun Kolesterol yang Mudah Ditemukan di Pasar, Murah tapi Kaya Manfaat!

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 14 Oktober 2025, 13:20 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB