Senin, 7 September 2026

Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandatori PWI Banten

BAGIKAN:
Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandat...
0
Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandatori PWI Banten

SERANG - Urusan Cash Back di PWI Pusat, terus mengalir membawa kerusakan hingga daerah. Menyikapi urusan cash back dan moral wartawan.

Teguh Akbar Idham Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Banten mengatakan, wartawan bekerja untuk publik sehingga profesinya mendapat tempat yang mulia, bahkan ditempatkan sebagai pilar keempat dalam demokrasi. "Untuk itu, prilakunya harus tanpa cela dan mencerminkan panutan di masyarakat," ungkap lelaki yang akrab disapa akbar ini, Sabtu (28/9/2024).

Akbar juga mengatakan sebagai pilar keempat, wartawan terutama yang tergabung dalam organisasi PWI harus tegak lurus pada kode etik dan independensi pers. Sehingga pengurus PWI Banten, tidak merasa perlu mendatangi intitusi politik, partai politik atau tokoh partai apalagi memelintir pernyataan dalam rangka mencari simpati atau meminta dukungan.

"Kami perlu sampaikan, jika betul ada kelompok yang dapat surat mandat dari Hendri, kami informasikan, bahwa Hendri sudah diberhentikan dari PWI, bahkan kini beliau menghadapi tuntutan dugaan korupsi dengan tiga pasal berlapis," jelas Akbar.

Akbar juga menjelakan, terkait dana Cash Back yang di maling ini, publik tinggal serching saja di google, pasti akan tahu. "Sekali lagi sebagai pengingat, ini semua berasal dari Cash Back, yang coba dimaling (karena ketahuan, dan sebagian dibalikan uangnya-red) oleh sekelompok orang yang kini jadi terlapor," urai Akbar

Akbar juga mengatakan, "Para terlapor ini, untuk menjaga "periuk nasinya" di PWI pusat, kemudian membentuk gerombolan di daerah-daerah yang terdiri dari para pecundang atau orang yang perusahaannya bermasalah.

Contoh para pecundang yang dapat dimanfaatkan, lanjut Akbar, adalah pertama, para calon ketua PWI dan para pendukung yang tidak terpilih jadi ketua, dalam kontestasi di konferensi PWI Banten, sehingga mereka dengan mudah dapat di manfaatkan. Dan para pecundang ini, menjadikan momen ini sebagai sarana "Perjudian" dalam pengambil alihan pimpinan organisasi dalam rangka memenuhi ambisinya.

Kedua, ditambahkan Akbar, pimpinan atau direktur perusahaan media cetak, yang sudah mulai ditinggalkan dan banyak mem-PHK karyawan karena tidak mampu membayar gaji.

Remaja Harus Dipersiapkan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Artikel Selanjutnya

Remaja Harus Dipersiapkan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 28 September 2024, 22:16 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB

Penyematan Kenaikan Pangkat, Lapas Bandanaira Dorong Profesionalisme dan Kinerja Petugas

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 7 September 2026 | 10:12 WIB

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Konten dari Pengguna Opini Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB

GURU ADALAH PAHLAWAN TANPA SENAPAN, PEJUANG DI MEDAN KEBODOHAN

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Hari Anak Nasional: Menjaga Senyum, Merawat Mimpi, Menyiapkan Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 23 Juli 2026 | 07:52 WIB

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB

Royal Baroe: Mempercantik Kota atau Mengabaikan Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB

Pelayanan Kesehatan di Banten: Antara Harapan dan Kenyataan Pasien

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:20 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB