Rabu, 19 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Pemprov Banten Raih Insentif Fiskal Rp5,7 Miliar

BAGIKAN:
Pemprov Banten Raih Insentif Fiskal Rp5,7 Miliar
0
Pemprov Banten Raih Insentif Fiskal Rp5,7 Miliar
Iklan

Pada level promotif lanjutnya, Pemprov Banten terus melakukan edukasi kepada masyarakat bersama seluruh stakeholder. Tujuannya, muncul kesadaran bersama di masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan stunting secara mandiri.

“Semua program itu sudah berjalan dan tertata dengan baik serta terukur melalui gerakan reformasi birokrasi berdampak tematik,” ucapnya.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2021 prevalensi stunting di Banten sebesar 24,5 persen. Kemudian di tahun 2022 prevalensi stunting turun menjadi 20 persen atau turun sebesar 4,5 persen.

Dalam Percepatan penanganan stunting Pemprov Banten bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi e-dasawisma.

Melalui aplikasi ini pendampingan penanganan stunting oleh para kader PKK bisa terpantau dengan baik karena sudah by name by address. Riwayat penanganan juga terpantau.

Jika diperlukan, percepatan penanganan stunting juga bisa lebih spesifik.

Mengacu data yang terinput di aplikasi e-dasawisma tercatat by name by address, tercatat sebanyak 29.794 anak mengalami stunting. Sampai semester pertama ini yang dinyatakan sudah pulih mencapai 19.055 anak, sedangkan sisanya sebanyak 10.739 anak masih dalam penanganan.

Sehingga ditargetkan pada tahun 2023 ini estimasi prevalensi stunting sebesar 12,63 persen.

Iklan
Remaja Pelaku Pencurian Ditangkap Polsek Purwakarta Polres Cilegon
Artikel Selanjutnya

Remaja Pelaku Pencurian Ditangkap Polsek Purwakarta Polres Cilegon

Iklan
Iklan
Penulis: Mardiana Akin
Diterbitkan: 6 Oktober 2023, 23:00 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini