Jumat, 25 September 2026

Ribuan Warga Serang Turun ke Sungai, Ngagurah Dano Jadi Pesta Tradisi dan Kebersamaan

BAGIKAN:
Ribuan Warga Serang Turun ke Sungai, Ngagurah Dano Jadi Pest...
0
Ribuan Warga Serang Turun ke Sungai, Ngagurah Dano Jadi Pesta Tradisi dan Kebersamaan

SERANG – Suasana berbeda terlihat di aliran Sungai Cidanau, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (9/8/2026). Ratusan hingga ribuan warga turun ke sungai untuk mengikuti tradisi Ngagurah Dano, sebuah kearifan lokal yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat setempat.
 

Dengan penuh antusias, warga beramai-ramai menangkap ikan menggunakan tangan kosong maupun alat tangkap tradisional. Mereka menyusuri aliran sungai, berebut mendapatkan ikan yang menjadi bagian dari tradisi tahunan tersebut.
Tradisi Ngagurah Dano bukan sekadar kegiatan menangkap ikan secara massal. Di balik kemeriahan warga yang turun ke sungai, tersimpan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta kepedulian terhadap kelestarian alam.
 

Pelaksanaan Ngagurah Dano biasanya berlangsung pada musim kemarau. Masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan sumber air dan lingkungan alam yang masih terjaga.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat lokal. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
 

Bagi masyarakat Cikolelet dan wilayah sekitarnya, Ngagurah Dano memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mendapatkan ikan. Tradisi ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
 

Warga dari berbagai kalangan dapat berbaur dalam kegiatan tersebut. Tidak ada sekat antara anak-anak, remaja, orang dewasa hingga masyarakat lanjut usia. Semuanya menikmati suasana kebersamaan ketika turun langsung ke sungai.
Sejumlah warga bahkan rela masuk ke bagian sungai yang lebih dalam untuk mencari ikan. Dengan menggunakan peralatan tradisional, mereka berusaha menangkap ikan yang bergerak di antara aliran air.
 

Pemandangan tersebut menciptakan suasana yang semarak. Teriakan kegembiraan warga terdengar ketika seseorang berhasil mendapatkan ikan. Momen itu kemudian menjadi bagian dari kegembiraan bersama.
 

Tradisi serupa telah lama dikenal masyarakat di wilayah Serang bagian barat. Dalam pelaksanaannya, Ngagurah Dano juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
 

Catatan mengenai tradisi ini menunjukkan bahwa Ngagurah Dano telah dipertahankan masyarakat di sekitar aliran Sungai Cidano dan Cidanau sebagai bagian dari warisan leluhur. Pada pelaksanaan sebelumnya, warga juga berasal dari sejumlah wilayah sekitar, sehingga kegiatan tersebut mampu menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
 

Jaro dalam Struktur Adat Baduy
Artikel Selanjutnya

Jaro dalam Struktur Adat Baduy

Diterbitkan: 10 Agustus 2026, 17:56 WIB · Diperbarui: 10 Agustus 2026, 17:56 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB