Garut, 14 Oktober 2026 — Guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mengikuti Survei Sahabat KBC Batch 1 dalam rangka Monitoring Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai KBC telah diterapkan dalam proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Keikutsertaan seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, hingga peserta didik, menjadi bentuk partisipasi bersama dalam mendukung implementasi KBC. Melalui survei ini, madrasah diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., selaku guru kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur, menyampaikan bahwa survei ini sangat membantu madrasah dalam menganalisis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang telah berlangsung. Menurut Insan, hasil survei dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat kesesuaian antara konsep KBC dan praktik pendidikan di lapangan. “Dalam survei ini, terdapat delapan dimensi yang harus dijawab. Seluruh jawaban perlu disesuaikan dengan keadaan madrasah dan kenyataan yang terjadi di lapangan agar hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya,” ungkap Insan.
Insan menegaskan bahwa pengisian survei bukan sekadar formalitas administratif, melainkan membutuhkan keseriusan, kejujuran, dan tanggung jawab dari setiap responden. Jawaban yang objektif sangat penting agar hasil monitoring dapat menjadi dasar evaluasi yang tepat dan membantu madrasah menentukan langkah perbaikan.
Melalui Survei Sahabat KBC Batch 1, MIS Ar-Raudhotun Nur berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah. Dengan evaluasi yang berlandaskan kondisi nyata, nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan, dan kebersamaan diharapkan semakin tercermin dalam proses pembelajaran serta budaya madrasah sehari-hari.