Rabu, 16 September 2026

Kepedulian terhadap Kesehatan Siswa Menjadi Wujud Pendidikan Berbasis Cinta di MIS Ar-Raudhotun Nur

BAGIKAN:
Kepedulian terhadap Kesehatan Siswa Menjadi Wujud Pendidikan...
0
Kepedulian terhadap Kesehatan Siswa Menjadi Wujud Pendidikan Berbasis Cinta di MIS Ar-Raudhotun Nur

Garut, 29 Juli 2026 – Mewujudkan lingkungan belajar yang sehat tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga dimulai dari perhatian terhadap kebersihan diri setiap peserta didik. Atas dasar itulah, MIS Ar-Raudhotun Nur terus membudayakan kebiasaan memeriksa kebersihan dan kesehatan siswa sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah pemeriksaan kebersihan kuku peserta didik secara berkala oleh guru kelas. Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan di lingkungan madrasah.

Guru Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kesehatan peserta didik merupakan fondasi penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Anak yang memiliki kondisi tubuh sehat dan menjaga kebersihan diri akan lebih nyaman mengikuti kegiatan belajar, memiliki rasa percaya diri yang baik, serta terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu aktivitas di sekolah. Oleh karena itu, guru tidak hanya berkewajiban menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh perhatian.

Menurut Insan, memperhatikan kebersihan peserta didik merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Nilai-nilai KBC mengajarkan bahwa pendidikan harus dilandasi rasa kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap setiap anak sebagai individu yang sedang bertumbuh. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti memeriksa kebersihan kuku, kerapihan pakaian, kebersihan rambut, hingga memastikan peserta didik datang ke sekolah dalam kondisi sehat. Baginya, perhatian terhadap hal-hal kecil tersebut bukanlah bentuk mencari kesalahan siswa, melainkan bentuk kasih sayang yang mendidik agar mereka terbiasa menjaga diri sejak usia dini. "Guru bukan hanya bertugas mengajar atau menyampaikan materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab mendidik dengan memberikan perhatian terhadap kebersihan, kerapihan, dan kesehatan peserta didik. Memperlakukan siswa dengan penuh kepedulian merupakan bagian dari profesionalitas seorang guru sekaligus implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Pendidikan bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup yang baik," ungkap Insan Faisal 

Selain itu, Insan menegaskan bahwa praktik-praktik pendidikan yang dahulu menjadi budaya di sekolah sudah saatnya dihidupkan kembali sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pada masa lalu guru tidak hanya fokus membuka pembelajaran dan menyampaikan materi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi peserta didik secara menyeluruh. "Saya melihat banyak praktik baik yang dulu menjadi budaya di sekolah perlu kita hidupkan kembali. Dahulu, guru selalu memulai hari dengan memeriksa kebersihan kuku, rambut, kerapihan seragam, hingga kelengkapan perlengkapan belajar siswa. Kebiasaan sederhana seperti itu sebenarnya memiliki dampak yang besar dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebersihan diri. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendidikan karakter tidak boleh ditinggalkan. Justru sekarang kita harus semakin membiasakan anak-anak untuk hidup bersih, menjaga kesehatan, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Saya yakin, peserta didik yang sehat, bersih, dan berkarakter akan lebih siap untuk belajar dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya," ujar Insan Faisal

Melalui pembiasaan memeriksa kebersihan kuku dan kondisi kesehatan peserta didik, MIS Ar-Raudhotun Nur berharap mampu menanamkan budaya hidup bersih sebagai bagian dari karakter sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar peserta didik memahami bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab pribadi yang berdampak pada kesehatan bersama. Madrasah meyakini bahwa lingkungan belajar yang sehat akan mendukung terciptanya pembelajaran yang nyaman, produktif, dan menyenangkan. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, setiap bentuk perhatian guru kepada peserta didik diharapkan menjadi teladan yang menginspirasi, sehingga pendidikan benar-benar hadir sebagai proses memanusiakan manusia melalui ilmu pengetahuan, keteladanan, dan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari.

Jendela Literasi Hadirkan Ruang Belajar Kreatif di MIS Ar-Raudhotun Nur
Artikel Selanjutnya

Jendela Literasi Hadirkan Ruang Belajar Kreatif di MIS Ar-Raudhotun Nur

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Diterbitkan: 29 Juli 2026, 20:35 WIB · Diperbarui: 29 Juli 2026, 20:48 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Lapas Bandanaira dan Peserta Magang Edukasi Warga Binaan tentang Pengendalian Hama Tanaman

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:02 WIB

ASTS Gasal MIS Ar-Raudhotun Nur Jadi Momentum Evaluasi Pembelajaran di Pertengahan Semester

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

Yayasan Ar-Raudhotun Nur Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan dan Perlindungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 14 September 2026 | 23:48 WIB

Penuhi Hak Pendidikan Warga Binaan, Lapas Batang Gelar Kegiatan Kejar Paket Bersama PKBM Wahana Ilmu

Konten dari Pengguna Siaran Pers Minggu, 13 September 2026 | 10:26 WIB

Meneladani Kedermawanan Rasulullah, Yayasan Ar-Raudhotun Nur Berbagi Kebahagiaan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 10 September 2026 | 12:33 WIB

Lapas Bandanaira bersama Peserta Magang Bimbing Warga Binaan Belajar Iqra

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 10 September 2026 | 10:26 WIB

MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur Tunjukkan Semangat Berkompetisi dalam OMI 2026

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 9 September 2026 | 16:16 WIB

OMI 2026 Jadi Wadah Siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR Kembangkan Potensi Akademik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 9 September 2026 | 13:47 WIB

MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur Resmi Hadir, Perkuat Pendidikan Lanjutan Berbasis Al-Qur’an di Desa Pamalayan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 8 September 2026 | 10:10 WIB

Duta Bahasa Banten Lawan Kekerasan Verbal di Sekolah

Konten Redaksi Selasa, 8 September 2026 | 08:07 WIB