SERANG — Musim kemarau panjang mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Serang, Banten. Minimnya pasokan air membuat luas lahan persawahan yang terdampak kekeringan terus bertambah dan sebagian di antaranya terpaksa mengalami gagal panen.
Data terbaru Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mencatat, hingga pertengahan Agustus 2026 sedikitnya 72 hektare sawah telah mengalami puso atau gagal panen. Angka tersebut bertambah dibandingkan sebelumnya yang tercatat sekitar 68 hektare.
Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah areal persawahan mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, sementara tanaman padi masih berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan ketersediaan air secara optimal. Ketika kebutuhan air tidak terpenuhi dalam waktu cukup lama, tanaman tidak mampu berkembang dengan baik dan akhirnya mengalami kerusakan hingga gagal dipanen.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk menekan dampak kekeringan agar tidak semakin meluas. Menurutnya, dari total 72 hektare sawah yang mengalami puso, sebagian besar sudah mendapatkan perhatian melalui bantuan benih.
“Yang puso bertambah. Kita sudah berikan bantuan benih baru ke 68 hektare, sisanya empat hektare di Kecamatan Petir belum dapat bantuan benih. Kita sudah ajukan permohonan benih ke Pemprov Banten,” kata Suhardjo.
Ia berharap bantuan benih untuk lahan yang masih tersisa dapat segera terealisasi sehingga petani yang mengalami gagal panen dapat kembali mengolah lahannya dan memulai musim tanam berikutnya.
Di sisi lain, persoalan kekeringan di Kabupaten Serang ternyata memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Berdasarkan data DKPP, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan meningkat cukup signifikan, dari sebelumnya sekitar 793,5 hektare menjadi 965 hektare.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya terjadi pada lahan yang sudah mengalami puso. Masih terdapat ratusan hektare lahan yang berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak mengikuti nasib 72 hektare sawah yang telah gagal panen.