Selasa, 29 September 2026

Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

BAGIKAN:
Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak...
0
Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan sistem pertanian modern. Jika dalam kondisi normal produksi padi berada pada kisaran lima hingga enam ton per hektare, melalui program PMAS produksi ditargetkan dapat meningkat menjadi sekitar 10 hingga 12 ton per hektare.

DKPP Kabupaten Serang telah mengajukan calon petani dan calon lokasi (CPCL) untuk penerapan program tersebut pada lahan seluas sekitar 1.600 hektare. Sementara target keseluruhan program di Kabupaten Serang mencapai 6.367 hektare.

Penerapan PMAS akan diprioritaskan pada wilayah yang masih memiliki ketersediaan air relatif memadai. Beberapa kawasan yang dipersiapkan antara lain Kecamatan Ciruas, Kecamatan Carenang, serta wilayah yang mendapatkan pasokan air dari Bendungan Pamarayan.

Suhardjo menilai penerapan sistem pertanian modern membutuhkan pemahaman yang baik dari para petani. Karena itu, program tersebut juga dibarengi dengan sekolah lapangan dan pendampingan agar petani tidak hanya menerima teknologi, tetapi mampu menerapkannya secara tepat di lahan masing-masing.

Penyuluh pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Serang telah diarahkan untuk mendampingi penerapan program tersebut. Setiap penyuluh memiliki wilayah binaan yang menjadi lokasi penerapan sistem pertanian modern.

Program tersebut saat ini ditargetkan mencakup sekitar 1.600 hektare lahan dengan melibatkan sekitar 1.600 kelompok tani.

Di tengah ancaman kemarau yang masih berlangsung, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Serang. Pemerintah daerah tidak hanya berupaya menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan, tetapi juga menyiapkan strategi agar petani tetap mampu meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.

Kondisi kekeringan yang meluas menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan sangat bergantung pada ketersediaan air dan kesiapan infrastruktur pertanian. Pompanisasi, pembangunan serta perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih, hingga penerapan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola musim.

Warga Pontang Kesulitan Air, Polres Serang Datang Bawa 8.000 Liter Bantuan
Artikel Selanjutnya

Warga Pontang Kesulitan Air, Polres Serang Datang Bawa 8.000 Liter Bantuan

Diterbitkan: 14 Agustus 2026, 17:07 WIB · Diperbarui: 14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Perkuat Pengamanan Hari Libur, Polsek Cipocok Jaya Laksanakan Patroli Sambang ke Lapas Serang

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 09:20 WIB

Andra Soni: 10 Program PKK Jangan Berhenti di Seremoni, Harus Dirasakan Warga

Konten Redaksi Rabu, 16 September 2026 | 20:09 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Ini Rekam Jejaknya

Konten Redaksi Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Hari Ketujuh Nihil, Andra Soni Minta SAR Jangan Berhenti

Konten Redaksi Senin, 14 September 2026 | 20:49 WIB

Delegasi PWI Banten Gabung Ditpolairud Mabes Polri Cari 5 Wartawan Hilang di GAK

Konten Redaksi Minggu, 13 September 2026 | 09:02 WIB

PWI Banten Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan Hilang

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:27 WIB

Andra Soni Turun ke Laut, Pantau Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Konten Redaksi Jumat, 11 September 2026 | 19:30 WIB

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang di GAK, Tim SAR Temukan Pelampung Rusak

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 19:30 WIB

Tim SAR Dapat Informasi Baru, Nelayan Ungkap Jejak Rombongan Jurnalis

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 15:06 WIB