Rabu, 29 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Jendela Literasi Hadirkan Ruang Belajar Kreatif di MIS Ar-Raudhotun Nur

BAGIKAN:
Jendela Literasi Hadirkan Ruang Belajar Kreatif di MIS Ar-Ra...
0
Jendela Literasi Hadirkan Ruang Belajar Kreatif di MIS Ar-Raudhotun Nur
Iklan

Garut, 29 Juli 2026 – Inovasi dalam dunia pendidikan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang canggih. Ruang kelas yang sederhana pun dapat disulap menjadi media pembelajaran yang menarik apabila dikelola dengan kreativitas dan semangat untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Hal tersebut dibuktikan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., Guru Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur, yang menginisiasi pemanfaatan jendela kelas sebagai Jendela Literasi, sebuah media edukatif yang mengubah fungsi jendela tidak hanya sebagai ventilasi udara dan sumber pencahayaan, tetapi juga menjadi ruang informasi, ruang kreasi, sekaligus ruang ilmu pengetahuan bagi peserta didik.

Program Jendela Literasi lahir dari keprihatinan terhadap kondisi literasi anak-anak yang masih perlu mendapat perhatian serius. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang memungkinkan akses informasi begitu mudah, minat membaca peserta didik justru masih tergolong rendah. Fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik untuk menghadirkan suasana belajar yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus membiasakan budaya membaca. Berangkat dari kondisi tersebut, Insan bersama peserta didiknya berinisiatif memanfaatkan setiap sudut kelas sebagai media belajar, termasuk jendela yang selama ini hanya berfungsi sebagai bagian dari bangunan.

whatsapp-image-2026-07-29-at-201446.webp

Menurut Insan Faisal Ibrahim, rendahnya budaya literasi bukan disebabkan oleh minimnya sumber informasi, melainkan karena kurangnya media pembelajaran yang mampu menarik perhatian anak-anak. Ia menilai bahwa peserta didik saat ini hidup berdampingan dengan berbagai perangkat digital yang menyajikan informasi secara instan, sehingga sekolah perlu menghadirkan media literasi yang lebih kreatif, visual, dan dekat dengan kehidupan mereka. Oleh karena itu, Jendela Literasi dirancang dengan tampilan yang menarik, penuh warna, dan disesuaikan dengan tema-tema tertentu agar peserta didik terdorong untuk membaca tanpa merasa sedang dipaksa belajar. "Di era sekarang teknologi memang berkembang sangat pesat, tetapi budaya membaca anak-anak masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, kita harus menghadirkan media yang mampu menarik perhatian mereka. Jendela kelas tidak hanya berfungsi sebagai ventilasi, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan. Ketika peserta didik melihat informasi yang menarik setiap hari, secara tidak langsung mereka akan terbiasa membaca dan menambah pengetahuan," ujar Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr.

Keunikan Jendela Literasi terletak pada konsepnya yang selalu berganti sesuai tema pembelajaran maupun tema-tema edukatif yang relevan. Untuk periode kali ini, Insan memilih tema Dunia Laut. Seluruh jendela kelas dihias menyerupai suasana bawah laut yang dipenuhi berbagai ilustrasi hewan laut, terumbu karang, tumbuhan laut, hingga ornamen berwarna biru yang memberikan kesan seolah peserta didik sedang berada di dalam akuarium raksasa. Di balik dekorasi tersebut ditempelkan berbagai informasi menarik mengenai ekosistem laut, jenis-jenis ikan, mamalia laut, manfaat terumbu karang, rantai makanan di lautan, pentingnya menjaga kebersihan laut, hingga fakta-fakta ilmiah yang dikemas dalam bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar.

Proses pembuatan Jendela Literasi juga menjadi bagian penting dari pembelajaran. Seluruh peserta didik dilibatkan mulai dari menentukan tema, mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya, membuat rangkuman materi, menggambar ilustrasi, hingga menata hasil karya pada jendela kelas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga melatih keterampilan mencari informasi, berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas peserta didik. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup karena setiap sudut memiliki nilai edukatif yang dapat dipelajari kapan saja.

Melalui inovasi sederhana ini, MIS Ar-Raudhotun Nur menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk perpustakaan atau pojok baca. Berbagai fasilitas yang ada di lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan menjadi media pembelajaran apabila didukung oleh kreativitas guru dan partisipasi aktif peserta didik. Kehadiran Jendela Literasi diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca, memperluas wawasan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan bermakna. Ke depan, Insan berencana menghadirkan tema-tema lain seperti luar angkasa, flora dan fauna Indonesia, tokoh-tokoh ilmuwan muslim, budaya Nusantara, hingga sains dan teknologi sehingga Jendela Literasi terus menjadi sumber pengetahuan yang selalu dinantikan oleh para peserta didik.

Iklan
Hari Anak Nasional: Menjaga Senyum, Merawat Mimpi, Menyiapkan Masa Depan Bangsa
Artikel Selanjutnya

Hari Anak Nasional: Menjaga Senyum, Merawat Mimpi, Menyiapkan Masa Depan Bangsa

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Diterbitkan: 29 Juli 2026, 20:22 WIB · Diperbarui: 29 Juli 2026, 20:27 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini