Koordinasi dengan Badan Pangan Nasional sedang dilakukan untuk hal ini. Data distribusi antarwilayah dari Bapanas akan menjadi dasar penentuan daerah pemasok surplus cabai.
“Kami terus berkomunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk melihat daerah mana yang memiliki harga cabai lebih rendah," jelasnya.
Ia melanjutkan, "Ini memungkinkan dilakukan distribusi ke NTB sebagai bentuk intervensi pasar.”
Selain cabai, Gubernur juga memantau harga komoditas lain seperti minyak goreng dan beras. Pemerintah membuka ruang intervensi melalui koordinasi dengan Perum Bulog.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar.
Dalam kunjungan itu, Gubernur juga menemukan harga minyak goreng bersubsidi “Minyak Kita” di Sumbawa masih relatif tinggi. Kondisi tersebut diduga terjadi karena sebagian pedagang belum terhubung langsung dengan jalur distribusi resmi.
Pemantauan pasar seperti ini akan terus dilakukan selama Ramadan. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di berbagai daerah di NTB.
“Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," pungkas Lalu Muhamad Iqbal.