Dr. Ema Nurmaya, dosen Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan sekaligus founder Occol Artisan Indonesia, membagikan inspirasi kewirausahaan. Ia hadir dalam acara Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia 2026 di Jogja Expo Center.
Dalam kesempatan itu, Ema berbagi pengalaman membangun bisnisnya hingga sukses menembus pasar produk bathtub mewah. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada peluang, melainkan pada kekuatan pola pikir.
"Prinsip saya sederhana, If I want it, I’ll get it. Kalau saya menginginkan sesuatu, saya akan mencapainya," kata Ema saat ditemui di area pameran.
Menurutnya, proses menuju kesuksesan seringkali panjang dan penuh tantangan. Kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.
"Bisa saja butuh satu tahun, dua tahun, bahkan sepuluh tahun. Tapi kalau kita punya prinsip ‘If I want it, I will get it’, kita tidak akan takut gagal," ujarnya.
"Kalau gagal ya bangkit lagi. Yang penting tetap bergerak sampai tujuan tercapai," tambah Ema. Ema juga berpesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar berani mengeksplorasi peluang bisnis.
Salah satunya dengan datang ke ajang internasional seperti JIFFINA.
"Kalau ada orang yang mencoba melemahkan Anda, cukup jawab: ‘I’m not done yet’. Artinya kita belum selesai berjuang," pungkas Dr. Ema Nurmaya.
Ia berharap semakin banyak anak muda Indonesia berani menjadi pengusaha dan mampu bersaing di pasar global.
***