Garut, 16 September 2026 - Lahan kosong di lingkungan madrasah tidak selamanya harus menjadi ruang yang terabaikan. Di MIS Ar-Raudhotun Nur, lahan tersebut justru dimanfaatkan menjadi ruang belajar sederhana bagi siswa kelas 1 melalui kegiatan menanam kangkung. Di bawah bimbingan guru kelas 1, Susi Nuraisyah, S.Pd.I., para siswa diajak mengenal tumbuhan secara langsung sekaligus belajar bagaimana merawatnya sebagai bagian dari makhluk hidup yang membutuhkan perhatian dan lingkungan yang baik untuk tumbuh.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan melalui buku atau pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga diajak mengamati proses pertumbuhan tanaman secara langsung. Mulai dari mengenal tanaman kangkung, menanam, menyiram, menjaga kebersihan di sekitar tanaman, hingga memperhatikan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. “Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar yang nyata. Dengan menanam kangkung, mereka bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah tumbuhan tumbuh dan memahami bahwa tumbuhan juga merupakan makhluk hidup yang harus dirawat,” ujar Susi.

Menurut Susi, kegiatan sederhana tersebut memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan siswa kelas 1, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar. Pada usia tersebut, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat menjadi sarana untuk mengembangkan pertanyaan, pengamatan, dan rasa tanggung jawab. “Saya ingin anak-anak tidak hanya tahu bahwa tumbuhan itu hidup, tetapi juga belajar bahwa kehidupan membutuhkan kepedulian. Ketika mereka menyiram dan merawat tanaman setiap hari, dari situlah rasa tanggung jawab dapat tumbuh secara perlahan,” jelasnya.
Selain menjadi media edukasi, pemanfaatan lahan kosong tersebut juga menjadi langkah sederhana dalam menciptakan lingkungan madrasah yang lebih produktif. Susi melihat bahwa lingkungan sekolah memiliki banyak potensi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar apabila dikelola dengan baik. “Lahan kosong di madrasah ini kami coba manfaatkan agar tidak menjadi ruang yang sia-sia. Harapannya, lahan ini bisa menjadi tempat belajar yang menghasilkan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan madrasah,” tuturnya. Melalui kegiatan tersebut, siswa juga dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan, memanfaatkan ruang yang tersedia, serta menghargai lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran melalui kegiatan menanam kangkung menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu membutuhkan ruang kelas dan fasilitas yang kompleks. Sebidang lahan kosong pun dapat diubah menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Dari sebuah tanaman yang tumbuh, siswa belajar tentang kehidupan; dari kegiatan menyiram, mereka belajar tanggung jawab; dan dari merawat lingkungan, mereka belajar kepedulian. Upaya yang dilakukan Susi Nuraisyah bersama siswa kelas 1 MIS Ar-Raudhotun Nur menjadi contoh bahwa lingkungan madrasah dapat dihadirkan sebagai sumber belajar yang sederhana, dekat, dan mampu menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.