DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banten - Pemerintah China melontarkan kecaman keras atas serangan yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Operasi militer tersebut disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan resmi Beijing disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat China. China menilai tindakan militer itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan sebuah negara.
Langkah tersebut juga berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sudah sensitif. Beijing menyerukan agar semua pihak segera menghentikan operasi militer yang berpotensi memperbesar konflik.
Penghentian tindakan bersenjata dinilai penting untuk mencegah ketegangan meluas ke negara-negara lain. Pemerintah China mengajak komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga stabilitas global.
Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran dunia terhadap dampak geopolitik peristiwa tersebut. Ali Khamenei merupakan figur sentral dalam politik Iran selama puluhan tahun terakhir.
Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989. Sebelumnya, Khamenei memegang posisi presiden Iran pada periode 1981 hingga 1989.
Laporan yang beredar menyebutkan Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di Teheran. Kabar kematian tokoh penting Iran itu memicu reaksi luas baik di dalam negeri maupun internasional.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, aktivitas kerja diliburkan selama satu pekan di berbagai sektor pemerintahan.