Selama masa transisi, tugas kepemimpinan tertinggi akan dijalankan secara kolektif. Tiga pihak yang mengambil alih tanggung jawab tersebut adalah presiden Iran, ketua lembaga peradilan, serta seorang anggota dari Dewan Wali Iran.
Serangan di Teheran itu juga disebut menimbulkan korban jiwa dari kalangan pejabat militer penting Iran. Beberapa nama yang dilaporkan tewas antara lain Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mohammad Pakpour.
Selain itu, Kepala Staf militer Iran Abdulrahim Mousavi juga dilaporkan tewas. Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh serta Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani disebut menjadi korban dalam serangan yang sama.
Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan di berbagai wilayah Iran. Di ibu kota Teheran, ribuan warga turun ke jalan untuk menyampaikan duka dan protes.
Massa berkumpul di Lapangan Inkilap sambil membawa bendera Iran serta poster bergambar Ali Khamenei. Para demonstran menyuarakan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel yang dituding bertanggung jawab.
Aksi serupa juga terlihat di sejumlah kota lain di Iran. Di kota Qom, masyarakat berkumpul di sekitar makam Hazrat Masume sebagai bagian dari rangkaian penghormatan.
Sementara itu di kota Mashhad, bendera hitam dikibarkan di atas kubah Makam Imam Reza. Pengibaran bendera hitam tersebut menjadi simbol duka mendalam bagi masyarakat Iran.
“Tindakan tersebut menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah China. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan.