Jumat, 7 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Belajar dari Tiongkok, Kepala Desa Sindangheula Siap Wujudkan Desa Maju Berbasis Inovasi

BAGIKAN:
Belajar dari Tiongkok, Kepala Desa Sindangheula Siap Wujudka...
0
Belajar dari Tiongkok, Kepala Desa Sindangheula Siap Wujudkan Desa Maju Berbasis Inovasi
Iklan

Serang - Kesempatan belajar langsung dari negara yang dikenal sukses membangun kawasan perdesaan dimanfaatkan secara maksimal oleh Kepala Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Suheli. Selama hampir tiga pekan mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok, ia memperoleh banyak pengalaman, pengetahuan, serta inspirasi yang diyakini akan menjadi bekal penting dalam mempercepat pembangunan Desa Sindangheula menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Program pelatihan yang berlangsung pada 14 Juli hingga 4 Agustus 2026 tersebut merupakan undangan dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok. Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, serta dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Bagi Suheli, kesempatan mengikuti pelatihan berskala internasional tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya menambah wawasan mengenai tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah desa mampu tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan potensi lokal, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Selama berada di Tiongkok, para peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga diajak mengunjungi sejumlah desa maju, kawasan industri, sentra pertanian modern, hingga pusat pengembangan ekonomi perdesaan. Melalui kunjungan lapangan tersebut, Suheli menyaksikan secara langsung bagaimana desa-desa di Tiongkok mampu berkembang menjadi wilayah yang mandiri dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi.

Menurutnya, salah satu konsep yang paling menarik adalah penerapan desa tematik. Setiap desa memiliki identitas yang kuat berdasarkan potensi unggulannya masing-masing. Potensi tersebut kemudian dikembangkan secara profesional sehingga mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

Ia melihat hampir setiap desa memiliki kawasan industri, pabrik, sentra pengolahan hasil pertanian maupun perkebunan yang terintegrasi dengan baik. Kondisi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Yang paling mengesankan bagi saya adalah kondisi desa-desa di Tiongkok yang meskipun berada jauh dari pusat kota, namun pertumbuhan ekonominya sangat maju dan tidak kalah dengan wilayah perkotaan. Infrastruktur yang memadai, pelayanan publik yang baik, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang menjadikan desa benar-benar sebagai pusat pertumbuhan baru," ujar Suheli, Kamis (6/8/2026).

Selain pembangunan ekonomi, Suheli juga dibuat kagum dengan pemanfaatan teknologi modern yang diterapkan hampir di seluruh sektor usaha masyarakat. Teknologi digunakan mulai dari proses budidaya pertanian, perkebunan, peternakan, hingga industri pengolahan hasil produksi. Penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, sekaligus menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

Iklan
Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Domas Terbantu 8.000 Liter Bantuan dari Polsek Pontang
Artikel Selanjutnya

Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Domas Terbantu 8.000 Liter Bantuan dari Polsek Pontang

Iklan
Iklan
Penulis: Yustinus Agus  | Editor: Herfa Al Jihad
Diterbitkan: 7 Agustus 2026, 00:56 WIB · Diperbarui: 7 Agustus 2026, 01:09 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.