Ikuti Kami
Kamis, 22 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan

MIS dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur Matangkan Persiapan Upacara Hari Santri 2026, Tanamkan Jiwa Santri yang Tangguh dan Bertanggung Jawab

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Garut, 21 Oktober 2026 — Menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2026, MIS Ar-Raudhotun Nur dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur terus mematangkan persiapan pelaksanaan upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap agama dan tanah air kepada seluruh peserta didik.

Berbagai persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan petugas upacara, latihan baris-berbaris, pemantapan tugas masing-masing petugas, hingga latihan paduan suara. Kegiatan ini melibatkan siswa terpilih dari kelas IV MIS Ar-Raudhotun Nur hingga kelas VII MTs Plus Ar-Raudhotun Nur. Keterlibatan siswa dari dua jenjang pendidikan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kerja sama, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berkhidmat dalam lingkungan madrasah. Melalui proses latihan yang terarah, para siswa diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga memahami makna tanggung jawab yang melekat pada setiap amanah yang diberikan.

Susi Nuraisyah, S.Pd., Gr., selaku Guru Kelas I MIS Ar-Raudhotun Nur, menyampaikan bahwa pembentukan karakter santri perlu dimulai sejak dini dan dilaksanakan secara konsisten melalui kegiatan nyata di lingkungan pendidikan. Menurutnya, jiwa santri tidak cukup ditunjukkan melalui penampilan atau atribut keagamaan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk kedisiplinan, kesungguhan belajar, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan menjalankan tanggung jawab. “Setiap siswa madrasah harus memiliki jiwa santri yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan melalui pembiasaan dan pengalaman langsung, bukan hanya melalui nasihat. Ketika siswa dipercaya menjadi petugas upacara, mereka belajar untuk disiplin, berani tampil, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Susi.

Susi menambahkan bahwa proses latihan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Siswa belajar menghadapi kesulitan, memperbaiki kesalahan, menerima arahan, dan menghargai kerja sama dengan teman. Sikap tersebut menjadi bekal berharga bagi perkembangan kepribadian mereka, baik ketika berada di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, persiapan upacara Hari Santri tidak sekadar menghasilkan pelaksanaan kegiatan yang tertib, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tantangan.

Sementara itu, Lilis Siti Aisyah, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri harus dimaknai lebih dalam daripada sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, upacara menjadi momentum untuk membangun kesadaran siswa tentang identitas santri, menghargai perjuangan para pendahulu, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi keilmuan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para ulama. Oleh karena itu, keseriusan dalam mempersiapkan setiap rangkaian kegiatan perlu ditanamkan kepada seluruh siswa yang terlibat. “Upacara Hari Santri bukan hanya sekadar seremonial belaka. Harus ada rasa bangga yang tumbuh dalam diri setiap siswa karena mereka merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan akhlak yang baik. Kami ingin anak-anak mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesadaran, bukan hanya karena mendapat tugas, tetapi karena memahami makna Hari Santri itu sendiri,” tegas Lilis.

Dalam mendukung kesiapan pelaksanaan upacara, Lilis juga memberikan perhatian terhadap latihan paduan suara. Menurutnya, paduan suara memiliki peran penting dalam membangun suasana khidmat dan menumbuhkan semangat kebangsaan selama upacara berlangsung. Para siswa dilatih untuk menjaga kekompakan, memperhatikan ketepatan nada, mengatur tempo, serta menyanyikan lagu-lagu yang telah ditentukan dengan penuh penghayatan. Latihan tersebut sekaligus mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan juga oleh keselarasan dan kesungguhan seluruh anggota tim. “Dalam latihan paduan suara, kami menekankan pentingnya keseriusan, kedisiplinan, dan kekompakan. Setiap siswa memiliki peran yang sama pentingnya. Kalau semua berlatih dengan sungguh-sungguh dan saling mendukung, hasilnya tentu akan lebih baik. Harapannya, semangat itu tidak berhenti ketika upacara selesai, tetapi terus terbawa dalam kehidupan mereka sehari-hari,” tambahnya.

Persiapan bersama antara MIS Ar-Raudhotun Nur dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsiswa lintas jenjang pendidikan. Siswa kelas IV hingga kelas VII memiliki kesempatan untuk belajar saling mengenal, menghargai perbedaan kemampuan, dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Bagi siswa yang lebih muda, pengalaman ini dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan keberanian dan kedisiplinan. Sementara itu, siswa yang lebih tinggi jenjangnya diharapkan mampu memberikan contoh yang baik melalui sikap, perilaku, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas.

Lebih jauh, semangat Hari Santri Nasional sejalan dengan peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Nilai-nilai perjuangan santri, seperti cinta tanah air, keteguhan dalam menuntut ilmu, penghormatan kepada guru, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen terhadap kebaikan, perlu terus dihidupkan melalui kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan di luar kelas. Upacara Hari Santri menjadi salah satu bentuk konkret untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda dengan cara yang edukatif dan bermakna.

Melalui persiapan yang matang, MIS Ar-Raudhotun Nur dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur berharap pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2026 dapat berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan pengalaman berharga bagi seluruh siswa, terutama dalam membangun karakter santri yang tangguh, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya hadir dalam satu hari peringatan, tetapi menjadi nilai yang terus tumbuh dalam perilaku dan tindakan peserta didik.

Pada akhirnya, keberhasilan peringatan Hari Santri bukan semata-mata diukur dari kelancaran upacara, melainkan juga dari sejauh mana nilai-nilai yang diperjuangkan para santri dan ulama dapat tertanam dalam diri generasi penerus. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kedua madrasah berupaya menjadikan momentum Hari Santri sebagai pengingat bahwa menjadi santri berarti siap menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghormati perjuangan pendahulu, serta memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB
Tentang Kiriman Ini

Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Tingkatkan Mutu Pendidik, MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
MIS dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur Matangkan Persiapan Upacara Hari Santri 2026, Tanamkan Jiwa Santri yang Tangguh dan Bertanggung Jawab

Bagikan artikel ini melalui