Salah seorang warga yang mengikuti aksi mengungkapkan kekecewaannya terhadap persoalan yang menurutnya belum kunjung mendapatkan kepastian.
“Kami hanya minta kejelasan. Bendungan ada di kampung kami, tapi kami yang kena dampaknya,” teriak salah seorang warga di lokasi aksi.
Polisi Kawal Aksi dan Buka Ruang Dialog
Di tengah berlangsungnya demonstrasi, aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan sekaligus mengimbau massa agar tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi. Upaya mediasi juga dilakukan untuk mendorong dialog antara warga dan pihak terkait serta mencegah terjadinya tindakan anarkis.
Hingga berita ini ditulis, aksi dilaporkan masih berlangsung kondusif. Warga berharap aspirasi yang mereka sampaikan tidak berhenti pada dialog semata, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan kepastian penyelesaian.
Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung Cidanau Cidurian (BBWSC3) dan unsur Muspika Kecamatan Pamarayan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut.
Keterangan dari pihak pengelola bendungan dan instansi terkait masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai status ganti rugi lahan, akses pertanian, kesempatan kerja bagi warga lokal, serta persoalan banjir yang disampaikan massa.
Warga pun berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar keberadaan Bendungan Pamarayan dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat dan penanganan dampak yang mereka keluhkan.